
JAKARTA, iDoPress - Presiden Prabowo Subianto mengusulkan M Sarjito menjadi calon tunggal Kepala Bursa Mineral dan Komoditas Strategis kepada DPR.
Nama Sarjito diusulkan Prabowo melalui Surat Presiden (Surpres) yang dikirim ke DPR.
Menurut Ketua DPR Puan Maharani, M Sarjito akan segera diproses sesuai mekanisme oleh Komisi XI DPR.
Selain itu, para pejabat Bank Indonesia (BI) juga akan menjalani fit and proper test.
“Terkait proses pemilihan atau persetujuan Deputi Gubernur (BI), seperti yang saya sampaikan, mulai hari ini akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI,” ujar Puan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
“Begitu juga terkait dengan OJK, OJK juga akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI, kami sudah tugaskan. Namanya itu Pak M Sarjito. Pak M Sarjito yang nantinya akan diproses sesuai mekanismenya di Komisi XI,” imbuh Puan.
Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana pemerintah membentuk bursa mineral dan komoditas strategis.
Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Bursa akan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan, OJK.
Pembentukannya menjadi tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu pemerintah.
“Hari ini saya mengumumkan tahap lanjutan kebijakan ekspor satu pintu kita. Kita telah membahas bersama OJK bahwa kita ingin segera mendirikan bursa mineral dan komoditas strategis,” ujar Prabowo, saat Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo mengatakan, Indonesia selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen terbesar berbagai komoditas penting dunia.
Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet.
Menurut dia, harga sejumlah komoditas tersebut masih mengacu pada bursa di luar negeri.
“Terlalu sering harga kekayaan kita yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru harganya ditentukan di luar negeri, di negara lain, di bursa komoditas negara lain,” kata dia.