
JAKARTA, iDoPress - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnaker Transgi) DKI Jakarta menyelidiki insiden ledakan galian di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, yang mengakibatkan dua pekerja terluka.
Kepala Disnaker Transgi DKI Jakarta Syaripudin mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut, termasuk apakah insiden murni terjadi akibat kelalaian pekerja dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) atau dipengaruhi faktor lain.
"Apakah itu memang murni si pekerjanya memang enggak memperhatikan K3, atau memang ternyata kabelnya itu, galiannya juga terlalu cetek, segala macam, gitu lah," kata Syaripudin saat dikonfirmasi, Senin (13/7/2026).
Menurut Syaripudin, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan kepolisian yang saat ini masih menyelidiki kasus tersebut.
"Itu kan sudah di Polsek, Pak. Jadi nanti kami koordinasikan karena mereka masih lakukan penyelidikan," jelas dia.
Di sisi lain, Syaripudin mengapresiasi langkah perusahaan yang langsung memberikan penanganan kepada para korban sesaat setelah insiden terjadi.
"Intinya sih kalau di sisi lain kan iktikad baik dan apresiasi, itu kan sudah ditangani. Pekerja itu langsung dibawa ke rumah sakit segala macam oleh pihak perusahaan," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, mitra PAM Jaya, PT Moya Indonesia, memastikan menanggung seluruh biaya pengobatan dua pekerja yang terluka akibat ledakan di proyek galian air bersih di Jalan RS Fatmawati.
“Korban sudah ditangani dengan baik di Rumah Sakit Fatmawati. Seluruh biaya ditanggung oleh perusahaan,” kata Chief Administration Officer Moya, Pinky Dwianto, saat dihubungi iDoPress melalui telepon, Selasa (9/6/2026).
Pinky mengatakan, proyek galian tersebut untuk sementara dihentikan sambil menunggu hasil koordinasi dengan pihak kepolisian. Saat insiden terjadi, pekerjaan proyek tersebut baru berjalan selama dua hari.
"Sementara masih stop dulu sampai nanti kami koordinasi. Hari ini kami lagi koordinasi lagi dengan Polsek Cilandak untuk melakukan pekerjaan dimulai pekerjaan lagi,” ujar dia.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan diduga terjadi setelah mesin bor yang digunakan pekerja mengenai kabel Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN yang tertanam di bawah tanah.
Manager PLN UP3 Bulungan UID Jakarta Raya, Irvan Hardiansyah, membenarkan bahwa gangguan terjadi akibat aktivitas penggalian proyek yang mengenai kabel milik PLN.
“Berdasarkan hasil penelusuran petugas di lapangan ditemukan bahwa gangguan disebabkan oleh aktivitas galian proyek yang mengenai Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) milik PLN di Jalan RS Fatmawati,” jelas Irvan dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, pasokan listrik warga yang sempat terganggu akibat insiden tersebut telah kembali normal.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang