
BEKASI, iDoPress – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menargetkan pembangunan Perpustakaan Modern Kota Bekasi, Jawa Barat, rampung pada 2028.
Gedung yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga dirancang sebagai ruang publik interaktif bagi masyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pembangunan perpustakaan modern tersebut membutuhkan waktu bertahap karena tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran.
“Ini enggak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran. Mungkin butuh dua sampai tiga tahun anggaran sehingga betul-betul harapan warga masyarakat bisa terwujud,” ujar Tri saat ditemui di lokasi, Jumat (10/7/2026).
Menurut Tri, pembangunan perpustakaan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan fasilitas publik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi dan ruang belajar yang lebih nyaman.
Tri mengatakan, konsep perpustakaan modern yang dibangun Pemkot Bekasi akan mengubah pandangan masyarakat terhadap perpustakaan yang selama ini identik dengan ruang baca dan koleksi buku.
"Harapannya bisa menjadi ruang interaktif bukan hanya sekadar membaca dan mencari ilmu, tetapi juga ada entertain untuk anak-anak, studio animasi 9 dimensi, dan working space," ungkap Tri.
Selain menghadirkan ruang aktivitas baru, Perpustakaan Modern Kota Bekasi juga akan menyediakan koleksi buku fisik dan layanan digital untuk memperluas akses informasi masyarakat.
Tri mengatakan, jumlah koleksi buku yang disiapkan nantinya diperkirakan mencapai ratusan ribu eksemplar. Namun, perkembangan teknologi membuat akses informasi tidak lagi terbatas pada buku fisik.
“Untuk jumlah koleksi buku, kemungkinan ratusan ribu. Karena sekarang semua bisa dilakukan secara online, digital. Jadi saya kira harusnya tidak terbatas bukunya,” kata Tri.
Menurut dia, layanan digital akan menjadi bagian penting dalam konsep perpustakaan modern agar masyarakat dapat mengakses berbagai sumber informasi melalui berbagai platform.
Tri menjelaskan, gedung perpustakaan nantinya akan dikembangkan hingga lima lantai. Saat ini, bangunan yang tersedia baru memiliki tiga lantai sehingga masih membutuhkan tambahan ruang.
Ia mengatakan, dua lantai tambahan akan dibangun di atas Koramil Kranji yang berada tepat di samping gedung perpustakaan. Kedua bangunan tersebut nantinya akan dihubungkan menggunakan sky bridge atau jembatan penghubung.
“Kebutuhan ruang saat ini masih kurang. Kemungkinan kami membutuhkan hingga lima lantai, sementara yang tersedia baru tiga lantai,” ujar Tri.
Menurut dia, penambahan ruang tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perpustakaan yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga menyediakan ruang kegiatan bagi masyarakat.