Bepergian

Ketua KBIHU Sebut Jemaah Haji Lansia Merepotkan, Anggota DPR Interupsi: Cabut Kalimat Itu!

Jul 7, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas Janusanti Rumambi sempat menegur Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi Jawa Barat, Syatori, karena menyebut lansia merepotkan.

Mulanya, Syatori menyampaikan permintaan agar ada batasan usia dan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah.

Ia kemudian menyebut lansia kerap merepotkan orang lain.

"Jadi bicara tentang lansia itu sebenarnya kami suka beristilah. Kalau yang lansia itu sebenarnya satu, kalau bisa mah ada batasan umur dan istitha'ahnya benar-benar dilakukan. Sebab lansia itu pelaksanaan hajinya repot dan merepotkan orang lain, Pak," kata Syatori dalam rapat Komisi VIII DPR, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, para jemaah ingin ibadahnya berjalan khusyuk sehingga tidak ingin dibebankan dengan jemaah lain.

"Kalau (jemaah) terus-menerus umpamanya (membantu)thawaf dan lain sebagainya, ya sepengetahuan saya jemaah saya enggak mau gitu. Diserahkan kepada kami juga KBIHU," jelasnya.

Sebab, jumlah lansia yang memerlukan bantuan cukup banyak. Syatori mengatakan, dalam satu kloter saja, bisa ada 60 lansia yang butuh pertolongan orang lain untuk dorong kursi roda.

"Oleh karena itu istitha'ahnya sangat penting oleh Kementerian Kesehatan yang benar-benar valid gitu," lanjutnya.

Setelah mendengar penjelasan Syatori, Matindas melakukan interupsi.

Politikus PDI-P memberikan teguran agar KBIHU menghapus istilah lansia merepotkan.

"Interupsi pimpinan. Matindas. Saya ingin mengingatkan KBIHU untuk mencabut istilah lansia itu merepotkan. Ini live loh ya. Jangan ada bahasa jemaah haji lansia itu merepotkan. Baik untuk dicabut kalimat itu," tegas Matindas.

Merespons teguran itu, Syatori meralat istilahnya.

Namun, ia menyebut bahwa lansia memerlukan bantuan didorong dengan kursi roda.

"Baik, ya apalah istilahnya gitu. Yang jelas beliau repot sendiri dan banyak orang yang harus dianukan yang seperti itu ya, bukan lansia yang penting mah yang perlu didorong-dorong itu, Pak," tuturnya.

Di kesempatan ini, ia menyoroti lansia serta disabilitas memerlukan pelayanan khusus di bidang pelayanan.

Oleh karena itu, menurutnya, akan sangat baik jika pemerintah memang menyiapkan pelayanan khusus dari pemerintah untuk para jemaah yang lansia atau penyandang disabilitas.

"Kalau memang khusus insyaallah tidak ada lagi apa namanya hal-hal yang berkaitan dengan pungli yang dilakukan oleh KBIH dan sebagainya. Barangkali itu aja dulu dari saya," ucapnya.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang