
JAKARTA, iDoPress -Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan warung kelontong maupun ritel modern.
Pengawas KKMP Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Fiko (50), mengatakan salah satu strategi koperasinya adalah menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Misalnya tabung gas elpiji melon ya, mohon maaf, kalau di warung-warung itu mungkin sekitar antara Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Di kami sendiri kami bisa agak menekan menjadi sekitar Rp 17.500 sampai Rp 18.000," kata Fiko saat ditemui iDoPress di sela pelatihan Pengurus KKMP di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Menurut Fiko, komoditas penjualan utama di KKMP Sumur Batu saat ini adalah gas elpiji dan air mineral kemasan.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah cara yang dilakukan agar barang yang dijual menjadi lebih murah.
"Kenapa bisa begitu? (Lebih murah) larena kami mengambil margin keuntungan yang sangat tipis dan barangnya kami ambil langsung dari distributor utama," ungkap Fiko.
Meski demikian, Fiko mengakui strategi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik warung kelontong yang merasa usahanya akan tersaingi.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan KKMP bukan untuk mematikan usaha kecil, melainkan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
"Sama sekali tidak ada niatan untuk bersaing atau mematikan warung kelontong yang sudah ada. Kami cuma mau memudahkan warga. Posisi KKMP ini sebenarnya adalah sebagai supply chain atau rantai pasok. Justru kami mendorong warung-warung itu untuk kulakan di koperasi, supaya mereka dapat harga modal yang lebih murah," kata Fiko.
Senada, Pengurus KKMP Utan Panjang, Purwanto (45), memaparkan bahwa koperasinya lebih berfokus pada penyediaan bahan pokok harian dan mengangkat usaha warga lokal.
"Fokus kami di KKMP Utan Panjang adalah menyuplai kebutuhan dasar seperti beras dan minyak goreng untuk pengecer. Selain itu, kami juga bertindak sebagai offtaker (penyerap) untuk produk-produk UMKM makanan olahan warga. Jadi, ekosistem ekonomi kelurahannya benar-benar berputar," tutur Purwanto.
Misalnya, kata dia, banyak warga di Kelurahan Utan Panjang yang memiliki usaha produksi makanan rumahan.
Produk-produk rumahan itu pun akan dipasarkan ke khalayak yang lebih luas melalui KKMP.
"Ada usaha kayak peyek, terus ada usaha makanan olahan jengkol, sayur-mayur. Rata-rata makanan rumahan, itu untuk kita coba masukkan ke dalam kegiatan unit usaha koperasi," jelasnya.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Olansons, menepis anggapan bahwa KKMP akan menggerus pasar pedagang kecil maupun ritel modern.