
JAKARTA, iDoPress - Di tengah salah satu komplek peruamahan di kawasan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seorang anak muda bernama Hanan (21) memilih jalan yang tak biasa.
Saat banyak anak seusianya mengejar pekerjaan kantoran, Hanan justru membangun peternakan kambing modern hingga kini mampu menampung sekitar 110 ekor kambing di tengah permukiman warga.
Peternakan itu mulai dibangun Hanan sekitar tahun 2022 di lahan bekas perkebunan milik orangtuanya.
Meski berada di area perumahan dengan jarak rumah yang berdekatan, Hanan berusaha menerapkan konsep peternakan modern agar tetap bersih dan tidak menimbulkan bau.
Salah satu konsep yang diterapkannya yakni kandang panggung berbahan kayu seluas 10 x 12 meter yang dibagi dalam beberapa sekat berdasarkan jenis kambing.
“Dari ayah dan hasil survei yang saya pelajari, kandang kambing sebaiknya dibuat model panggung supaya ternak tidak menginjak kotoran dan urinenya sendiri,” kata Hanan saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026).
Konsep kandang panggung membuat kotoran dan urine kambing langsung jatuh ke bawah sehingga kandang tetap kering dan bersih.
Lantai kandang juga dibuat bercelah agar limbah ternak tidak menggenang.
Hanan mengatakan, kotoran dan urine kambing sengaja tidak dibuang ke kali yang berada di belakang kandang.
Limbah tersebut dibiarkan menyatu dengan tanah hingga lama-kelamaan berubah menjadi kompos alami.
“Bagian bawah kandang sengaja dibiarkan berupa tanah supaya kotoran dan urine yang mengering bisa berubah menjadi kompos atau pupuk alami. Karena itu, meski kapasitasnya sampai 100 ekor, kandang tetap tidak bau,” ujar Hanan.
Saat pertama kali dibangun, kandang milik Hanan hanya mampu menampung sekitar 50 ekor kambing. Kini kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 110 ekor.
Membangun peternakan di tengah komplek perumahan bukan perkara mudah bagi Hanan.
Ia mengaku sempat mendapat pertanyaan dari warga sekitar ketika mulai membangun kandang kambing di lingkungan permukiman.
“Saat awal membangun, sempat ada yang menyinggung, bukan komplain keras, tapi lebih ke arah bertanya kenapa membangun peternakan di tengah pemukiman,” ucap Hanan.