Bepergian

Takut Jatuh, tapi Tetap Harus Turun: Hidup Pembersih Kaca Gedung Tinggi Jakarta

May 21, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Selama 15 tahun terakhir, Supriatna (33) menjalani pekerjaan yang tak biasa.

Ia bekerja bergantung di sisi gedung tinggi untuk membersihkan kaca, menghadapi terpaan angin, cuaca yang berubah sewaktu-waktu, hingga risiko jatuh di ketinggian puluhan lantai.

Meski pekerjaan itu penuh risiko, Supriatna tetap bertahan. Penghasilan yang dianggap cukup menjanjikan, ditambah ketertarikannya pada dunia ketinggian, membuatnya terus menjalani profesi tersebut hingga sekarang.

“Sudah cukup lama, sekitar 15 tahun. Tapi khusus di dunia rope access ini baru sekitar tujuh sampai delapan tahun. Sebelumnya saya kerja di gondola,” ujar Supriatna saat ditemui iDoPress di Gedung BPH Migas, Tandean, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Saat ditemui iDoPress, para pembersih kaca gedung tinggi terlihat menggunakan berbagai perlengkapan keselamatan khusus sebelum bekerja di ketinggian.

Mereka mengenakan helm safety untuk melindungi kepala, serta full body harness yang terpasang di tubuh sebagai pengaman utama saat bergantung di sisi gedung.

Pada harness tersebut juga terpasang sejumlah alat pendukung seperti carabiner, descender, ascender, dan pengait logam yang berfungsi mengatur pergerakan naik-turun di tali sekaligus menjaga kestabilan pekerja saat bekerja di udara.

Selain perlengkapan utama, mereka juga membawa tali pengaman, sarung tangan, hingga sepatu khusus anti-slip untuk mengurangi risiko terpeleset.

Beberapa pekerja tampak mengenakan kacamata pelindung dan penutup wajah guna melindungi diri dari debu, terpaan angin, maupun panas matahari.

Saat bekerja, para pembersih kaca gedung tinggi mengandalkan sistem tali pengaman yang terhubung ke harness di tubuh mereka untuk bergerak naik dan turun di sisi gedung.

Dengan bantuan alat pengait dan pengontrol tali, mereka membersihkan kaca sambil menjaga keseimbangan tubuh di tengah terpaan angin dan ketinggian puluhan lantai.

Para pekerja tersebut diketahui bekerja secara freelance di bawah perusahaan yang bergerak di bidang general contractor, supplier and trading, konstruksi, desain interior, hingga building maintenance.

Dari Gondola ke Rope Access

Sebelum bekerja menggunakan sistem rope access, Supriatna lebih dulu bekerja menggunakan gondola. Menurut dia, perpindahan itu dilakukan karena rope access dinilai lebih fleksibel.

“Karena lebih fleksibel,” kata dia.

Meski kini terbiasa bekerja di ketinggian, Supriatna mengaku rasa takut tetap muncul saat pertama kali turun menggunakan tali.

“Awal-awal tetap takut. Semua orang yang pertama kali turun pasti takut. Tapi lama-lama kalau sudah biasa ya jadi terbiasa,” ujar dia.

Dari seluruh anggota keluarganya, hanya Supriatna yang bekerja di bidang tersebut. Sejak lulus sekolah, ia langsung masuk ke dunia pekerjaan ketinggian dan belum pernah mencoba pekerjaan lain.

Pelatihan dasar yang ia jalani berlangsung sekitar seminggu. Namun karena sebelumnya sudah memiliki pengalaman bekerja di gondola, proses adaptasinya tidak terlalu sulit.

Meski terlihat ekstrem, menurut Supriatna, pekerja yang sudah lama berkecimpung di dunia rope access justru lebih berhati-hati dibanding pekerja baru.

“Kadang pekerja baru justru terlalu percaya diri dan enggak sesuai standar. Kalau yang sudah lama pasti lebih menjaga keselamatan,” kata dia.

Ia mengaku rasa takut tidak pernah benar-benar hilang, bahkan setelah bekerja selama belasan tahun.

“Justru makin lama makin hati-hati karena sudah paham risikonya,” ujar Supriatna.

Menurut dia, pekerjaan membersihkan kaca gedung tinggi bukan hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga kemampuan membaca situasi lapangan, cuaca, hingga titik anchor tempat tali dipasang.

Cuaca menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pekerjaan tersebut. Hujan dan angin kerap membuat pekerjaan tertunda hingga molor dari target.

“Sering, biasanya karena faktor cuaca,” kata dia soal proyek yang terlambat selesai.

Meski demikian, para pekerja tetap datang ke lokasi karena pekerjaan tersebut memang sangat bergantung pada kondisi lapangan.

“Tetap datang dulu ke lokasi. Karena pekerjaan ini memang tergantung cuaca,” ujarnya.

Selain membersihkan kaca, para pekerja rope access juga mengerjakan pengecatan, coating, hingga pekerjaan luar gedung lainnya.