
JAKARTA, iDoPress - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Mahfud MD menyatakan, tidak ada pihak yang mendominasi dalam pengambilan keputusan di Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).
Sebab, seluruh pengambilan keputusan dalam KPRP untuk dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto berdasarkan musyawarah.
“Tidak ada yang mendominasi. Meskipun tim Polri itu jenderalnya ada lima, kemudian sipilnya hanya saya dan Pak Jimly yang bukan aktif di pemerintahan, tapi semua berjalan baik, kompromi dalam arti musyawarah,” kata Mahfud, dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Untuk diketahui, kelima jenderal yang dimaksud tersebut adalah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, eks Wakapolri Jenderal Pol (Purn) Ahmad Dofiri, Kapolri 2019-2021 Idham Aziz, Kapolri 2015-2016 Badrodin Haiti, Menteri Dalam Negeri yang juga eks Kapolri Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian.
Sementara, anggota KPRP yang masuk dalam Kabinet Merah Putih yakni Ahmad Dofiri, Otto Hasibuan, Supratman Andi Agtas, Yusril Ihza Mahendra, dan Tito Karnavian.
Mahfud MD mengungkapkan bahwa rekomendasi KPRP dituangkan dalam 10 buku dengan total 3.000 halaman.
Seluruh rekomendasi tersebut telah dilaporkan oleh KPRP kepada Prabowo, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan, seluruh pandangan masyarakat terhadap Polri, baik kritik maupun dukungan, telah dirangkum dalam dokumen tersebut.
Rekomendasi itu juga memuat arah pembenahan agar Polri kembali ke jalur reformasi seperti yang dicita-citakan sejak awal 2000-an.
Dalam kesempatan ini, Mahfud mengaku sudah cukup dekat dengan Presiden Prabowo sejak 2013.
Namun, ia baru pertama kali berdiskusi secara hangat dengan Prabowo saat bersama KPRP pada Selasa sore.
“Saya pribadi punya kesan, saya cukup dekat atau berkawan dekat dengan Pak Prabowo sejak 2013-2014. Sering bertemu, sering berdiskusi, tapi diskusi yang paling hangat itu kemarin sore,” kata Mahfud.
Mahfud menggambarkan suasana pertemuan berlangsung cair.
Bahkan, menurut dia, Presiden sempat melontarkan guyonan yang membuat diskusi bersama KPRP semakin santai.
“Guyonannya, ‘ini saya berani diskusi dengan para profesor,’ katanya. ‘Karena saya juga kata Pak Habibie sudah sekelas profesor, kan sudah jenderal’. Itu guyonannya. Artinya, itu pengantar bahwa pertemuan itu sangat cair dan diskusinya berjalan sangat lancar,” ujar dia.
Ia juga mengaku bahwa KPRP baru mendapat pemberitahuan pada Selasa pagi agar segera menghadap Presiden Prabowo untuk melaporkan hasil kerja komite.
Pertemuan itu dihadiri hampir seluruh anggota KPRP, meski dua anggota lainnya, Tito Karnavian dan Badrodin Haiti, masih berada di luar kota.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang