
BEKASI, iDoPress – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mendesak dinas terkait untuk segera melakukan pendataan korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya.Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menegaskan urgensi pendataan. Langkah cepat dinilai penting agar bantuan segera tersalurkan kepada warga terdampak.“Kami meminta dinas terkait untuk segera mendata karena korban ini tidak bisa menunggu,” ujar Anton saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).Anton menyebutkan, pemerintah daerah akan turun langsung untuk membantu warga yang terdampak kebakaran hebat tersebut.Selain itu, DPRD berencana melakukan evaluasi terhadap keberadaan SPBE di Kota Bekasi, khususnya terkait kelayakan operasionalnya.“Ke depan kami akan mendata SPBE yang ada di Kota Bekasi, apakah sudah layak beroperasi atau belum. Kalau ditemukan pelanggaran, kami akan ambil langkah tegas untuk memberikan rekomendasi penghentian,” tegas Anton.
Lokasi SPBE di permukiman padat jadisorotan
Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra, menyoroti keberadaan SPBE yang berada di tengah permukiman padat penduduk. Menurut dia, jarak yang sangat dekat antara SPBE dan rumah warga membuat dampak kebakaran semakin besar.“Kalau kami lihat, memang keberadaan SPBE ini berada di pemukiman padat penduduk. Dan dari data yang kami terima, korban ada sekitar 18 orang dengan luka bakar rata-rata 70 hingga 90 persen,” ujar Sarwin.Sarwin menekankan pentingnya tanggung jawab pengelola SPBE terhadap warga terdampak, termasuk soal kompensasi.“Kami ingin memastikan sejauh mana pihak SPBE melakukan pendataan dan apa bentuk ganti rugi kepada warga. Karena dari informasi warga, selama ini belum ada kompensasi,” katanya.DPRD juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap lokasi SPBE agar tidak berada di kawasan padat penduduk.“Minimal harus ada evaluasi dan sidak terhadap SPBE yang ada. Jangan sampai berada terlalu dekat dengan permukiman untuk meminimalisir kejadian serupa,” tambah Sarwin.Sebelumnya, kebakaran hebat melanda SPBE Cimuning pada Rabu (1/4/2026) malam. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2.000 meter persegi.“Lahan yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi. Untuk dugaan sementara akibat adanya arus pendek listrik,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bekasi, Heryanto.Akibat kejadian ini, hampir seluruh area SPBE mengalami kerusakan berat. Saat kebakaran terjadi, SPBE diketahui dalam kondisi beroperasi, sehingga meningkatkan risiko, termasuk potensi ledakan gas.iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
Gabung iDoPress Plus sekarang