


JAKARTA, iDoPress - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kepuasan jemaah haji tahun ini mencapai 82,71 poin, jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun terakhir.
Seturut data yang sama, hampir seluruh layanan mengalami peningkatan, mulai dari pelayanan di bandara, Madinah, Makkah, hingga Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna).
Namun di balik capaian tersebut, pelayanan di Armuzna mencatat poin terendah di balik lokasi pengamatan lainnya, dengan capaian 79,70 poin.
Sedangkan, pelayanan di bandara memperoleh tingkat kepuasan tertinggi dengan capaian 84,76 poin, Madinah 82,53 poin, dan Makkah 82,59 poin.
"Layanan Armuzna memiliki nilai terendah dibanding titik amatan lain, tetapi pada dasarnya seluruh jenis layanan di Armuzna mengalami peningkatan yang jauh lebih baik dibandingkan tahun 2025. Ini menunjukkan adanya perbaikan kualitas pelayanan pada fase puncak ibadah haji," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Kamis (6/8/2026).
Lalu, mengapa masalah Armuzna belum tuntas?
Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj, mengatakan, hal itu tidak terlepas dari berbagai persoalan yang muncul sepanjang penyelenggaraan haji pada tahun 2026.
Persoalan tersebut meliputi antrean toilet, AC mati, ketersendatan distribusi konsumsi, dan tenda jemaah yang masih melebihi kapasitas.
Ia mengungkapkan, survei BPS memvalidasi bahwa pelayanan tersebut cenderung menurun.
"Angka survei BPS menunjukkan beberapa layanan yang cenderung menurun sehingga harus mendapatkan perhatian khusus, misalnya di Armuzna menjadi PR," kata Mustolih kepada iDoPress, Jumat (7/8/2026).

iDoPress/Phytag Kurniati Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj saat ditemui di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (11/6/2026).
Ia mengungkapkan, hal itu setidaknya terjadi karena keterbatasan area khususnya di Mina, sehingga menjadi titik kepadatan dan lokasi jemaah yang berada pada zona D.
Untuk itu kata Mustolih, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) perlu memikirkan bagaimana caranya agar jemaah dapat berpindah ke zona C. Namun konsekuensinya, kemungkinan ada kenaikan biaya.
"Biayanya tentu berbeda. Paket C itu setara dengan fasilitas haji khusus. Intinya, sepanjang kawasan Mina belum dilakukan perombakan oleh otoritas Arab Saudi, persoalan kepadatan akan terus menjadi tantangan," jelas Mustolih.

Dok. Jamil Mashadi Jemaah haji saat berada di Arafah tanggal 8-13 Zulhijah. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengakui layanan di Haji di kawasan Armuzna masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Selain Armuzna, Ia merekam berbagai persoalan lain yang perlu diperhatikan, yakni masih tingginya angka kematian jemaah.
Berdasarkan data BPS, lebih dari sepertiga jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 berusia 60 tahun ke atas.