
JAKARTA, iDoPress - Evan (37), calon suami dari atlet golf Jesslyn Wijaya yang sempat diduga diculik mengaku sudah mengikhlaskan rencana pernikahannya kandas di tengah jalan.
Pengacara Evan, Andi Darti, mengungkapkan kliennya mengaku sudah memilih membatalkan rencana pernikahan usai Jesslyn memberikan pernyataan kepada kepolisian bahwa dia pergi ke Bangkok atas kemauan sendiri dan tidak diculik.
"Dengan pernyataan tersebut, Evan juga jadi tahu kalau Jesslyn lebih memilih membela keinginan keluarganya dan tidak mau menyampaikan fakta yang sebenarnya bahwa ada dugaan-dugaan perampasan kemerdekaan," kata Andi saat dihubungi iDoPress melalui panggilan telepon, Senin (3/7/2026).
Karenanya, kata Andi, Evan pun memutuskan untuk mengikhlaskan Jesslyn dan enggan memperpanjang lagi perkara ini.
"Kalau memang Jesslyn membela ibunya ya berarti Evan harus ikhlas gitu. Kita dari awal sudah komitmen seperti itu, jadi ya sudahlah, memang berarti tidak akan ada pernikahan lagi, hubungan Evan dengan Jesslyn mungkin selesai seperti itu," tutur Andi.
Meski begitu, Andi mengungkapkan Evan sejatinya sangat kecewa dengan keputusan Jesslyn yang mengaku tidak diculik oleh keluarganya.
Padahal, Evan berharap Jesslyn berani bersuara dan membela dirinya sendiri atas dugaan tindakan penjemputan paksa dari Restoran Saung Kita, Jakarta Pusat, pada pertengahan Juli 2026 lalu.
"Iya, kalau dari Evan sendiri sih sebenarnya dia agak kecewa ya, karena dia pikir Jesslyn itu akan membela dirinya sendiri, tapi ternyata dia membuat statement yang memang sangat-sangat tidak diharapkan oleh Evan," ucap Andi.
Meski begitu, Andi menyebut pihaknya mencium adanya kejanggalan dan menduga Jesslyn memberikan pernyataan tersebut di bawah tekanan pihak keluarga.
Andi menyoroti kondisi saat memberikan video testimoni dan melakukan video call dengan kepolisian, Jesslyn terus didampingi oleh ibunya.
"Karena dari video yang beredar itu di beberapa media, itu di sampingnya itu ada ibunya. Seharusnya kan pihak kepolisian itu kan harus memberikan kesempatan kepada Jesslyn untuk menenangkan dirinya agar bisa memberikan pernyataan secara bebas," jelas Andi.
"Jadi harus benar-benar dalam keadaan bebas, bebas menyatakan kehendak, bebas menyampaikan pendapat tanpa ditekan," sambungnya
Pernyataan terbaru Jesslyn kepada polisi ini juga dinilai sangat kontradiktif dengan rekam jejak masa lalunya.
Pasalnya, Jesslyn diketahui pernah melaporkan perilaku keluarganya, termasuk sang ibunda ke Komnas Perempuan pada Oktober 2025 lalu.
Andi juga mengeklaim Jesslyn bahkan pernah mengirimkan video permintaan tolong kepada Evan saat dia diisolasi oleh sang ibu, sebelum akhirnya melapor ke Komnas Perempuan.