Tech

Prabowo Kumpulkan Kadin dan Asosiasi Pengusaha di Istana, Ada Apa?

Jul 31, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Presiden RI Prabowo Subianto mengumpulkan pimpinan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan asosiasi pengusaha lain seperti Apindo se-Indonesia ke Istana, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie mengatakan, Prabowo ingin berdiskusi dengan para pengusaha untuk meningkatkan ekonomi daerah.

"Jadi kami datang bersama pimpinan-pimpinan Kadin di 38 provinsi. Sejak mendengar undangan Bapak Presiden, mereka terbang ada dari Papua, Papua Barat, Kaltara, NTT, Aceh. Mereka ingin berdiskusi mengenai bagaimana bersama-sama bisa meningkatkan ekonomi dari daerah," ujar Anindya di Istana, Jumat.

"Hadir juga nanti ada 30 asosiasi dan himpunan. Jadi harusnya diskusi sangat menarik. Dan ini kita lihat menyambung diskusi dengan Bapak Presiden tahun lalu bulan Agustus 2025 ketika kami diundang ke Hambalang sebelum dia melakukan retret," sambungnya.

Anindya menyampaikan, dalam pertemuan terakhir Prabowo dengan Kadin, Kepala Negara memprediksi Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik.

"Nah, sekarang bagaimana kita bersama-sama menyikapinya. Karena dari keliling daerah kita lihat semua tetap mencari jalan keluar, tetap optimis, tetapi dibutuhkan koordinasi yang semakin lancar dan semakin baik," kata Anindya.

Selain para pengusaha, sejumlah menteri seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, dan Menteri Perindustrin Agus Gumiwang Kartasasmita turut diundang.

"Hari ini, kami akan menghadap Bapak Presiden, sekaligus mendampingi Bapak Presiden dalam menerima dunia usaha. Sebentar ada dunia usaha yang bertemu Bapak Presiden, jadi kami mendampingi Bapak Presiden," kata Bahlil.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang