Tech

Tantangan Berlipat Ganda Kaesang Goyang Kandang Banteng

Jul 29, 2026 IDOPRESS

Anda bisa menjadi kolumnis !

Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Daftar di sini

Kirim artikel

Editor Sandro Gatra

DALAM Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Solo di Hotel Megaland, Sabtu malam, 25 Juli 2026, Kaesang Pangarep menyatakan dengan percaya diri akan maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu 2029.

Ia bahkan menegaskan bahwa pesan soliditas yang disampaikannya kepada kader bukan lagi pesan seorang Ketua Umum, melainkan pesan seorang bakal calon legislatif Dapil V Jawa Tengah (iDoPress, 27/7/2026).

Pernyataan ini memicu respons luas dari sejumlah pihak, utamanya PDI-P. Bukan saja karena Pemilu masih tiga tahun lagi dan bangsa ini perlu berkonsentrasi membenahi berbagai persoalan mendesak, tetapi juga karena deklarasi itu dianggap tidak realistis oleh banyak pengamat.

Dapil V Jawa Tengah yang meliputi Kota Surakarta, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali kerap dijuluki "Dapil Neraka".

Istilah ini merujuk pada daerah pemilihan dengan tingkat persaingan paling ganas karena dijejali tokoh-tokoh nasional kelas berat yang menjaga pos ini sebagai basis mereka.

Di sinilah Puan Maharani, Ketua DPR RI, meraih suara personal tertinggi secara nasional pada Pileg 2024 dengan 297.366 suara.

Di sini pula bercokol Aria Bima (PDI-P) dengan 115.123 suara, Adik Sasongko (Gerindra) dengan 142.405 suara, Singgih Januratmoko (Golkar) dengan 125.067 suara, dan Abdul Kharis Almasyhari (PKS) dengan 103.853 suara (Detik.com, 26/7/2026).

Sementara itu, PSI dan Kaesang adalah pendatang baru yang belum teruji di gelanggang legislatif nasional.

Jika hanya mengandalkan nama besar bapaknya, Kaesang berisiko mengulang pelajaran pahit 2024: popularitas figur tidak otomatis terkonversi menjadi suara partai.

Dapil Neraka dan Anatomi Kandang Banteng

Angka-angka Pileg 2024 memperlihatkan betapa terjalnya jalan yang hendak ditempuh Kaesang.

Dari 2.556.296 pengguna hak pilih di Dapil V, PDI-P meraup 774.282 suara atau hampir sepertiga total suara, jauh meninggalkan Golkar (335.804) dan Gerindra (302.492).

PSI hanya memperoleh 134.249 suara, berada di papan tengah bersama PAN dan PKB. Bahkan perolehan personal Puan Maharani seorang diri melampaui total suara PSI sebagai partai di dapil yang sama.

Selisih lebih dari 600.000 suara antara PDI-P dan PSI adalah jurang elektoral yang tidak bisa dijembatani semata oleh popularitas media sosial.

Yang lebih menyakitkan bagi PSI, kegagalan itu terjadi justru ketika Jokowi sedang berada di puncak kekuasaan.

Pada Pileg 2024, PSI yang telah dipimpin Kaesang dan terang-terangan memosisikan diri sebagai "partai Jokowi" tetap kandas di bawah ambang batas parlemen empat persen dengan perolehan nasional sekitar 2,8 persen.