
JAKARTA, iDoPress - Situasi di kawasan Jalan Matraman Dalam, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, kini kembali kondusif usai insiden bentrokan maut antarkelompok warga pada Minggu (26/7/2026) lalu.
Kondisi ini membuat kegiatan belajar mengajar di Raudlotul Athfal (RA) Karisma dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Karisma, yang berada di lantai dua Masjid Jami' Matraman dekat lokasi bentrokan, kembali berjalan normal secara tatap muka.
Sebelumnya, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau belajar daring pada Senin (27/7/2026) demi memastikan keselamatan para siswa di tengah situasi yang masih memanas.
Rosidah (40), salah satu wali murid mengaku sangat bersyukur anaknya bisa kembali bersekolah seperti biasa tanpa rasa cemas.
"Alhamdulillah sudah bisa masuk sekolah hari ini. Memang dari kemarin khawatir sih, sempat kepikiran soalnya takut kenapa-kenapa kalau anak sekolah," kata Rosidah saat ditemui di depan sekolah, Selasa.
Ia menceritakan, dirinya sangat terkejut saat mengetahui titik awal keributan berada tepat di gerobak nasi uduk langganannya, yang letaknya tak jauh dari area sekolah.
"Soalnya posisinya di sini, orang saya saja sering sarapan di tukang nasi uduk itu kalau habis mengantar dia sekolah. Eh, pas kemarin ternyata ributnya dari situ," kata Rosidah.
Di sisi lain, Rosidah merasa bersyukur karena insiden mengerikan tersebut pecah pada akhir pekan, saat siswa sedang libur.
"Untung pas ribut-ribut itu hari Minggu, lagi enggak sekolah anak, jadi aman. Pas tahu beritanya, ya Allah untung lagi enggak sekolah. Walaupun sebenarnya pasti aman ya kalau di sekolah, apalagi namanya di masjid. Tapi waswas," ujarnya.
Ia pun mengaku mendapat pemberitahuan peralihan belajar secara daring secara mendadak pada Senin pagi melalui guru-guru.
Informasi itu, kata Rosidah, disebarkan melalui grup WhatsApp orang tua murid maupun status para guru.
Meski kawasan sekitar sekolah saat ini masih dijaga ketat oleh ratusan personel TNI-Polri beserta kendaraan taktisnya, Rosidah menyebut sang anak sama sekali tidak merasa takut saat berangkat ke sekolah.
"Dia malah senang, dari kemarin ketemu tentara sama polisi. 'Mama, banyak tentara', katanya. Cuma saya bilang (penjagaannya) paling beberapa hari doang," kata dia.
Senada, Winda (38), salah seorang wali murid lainnya bahkan sudah menyiapkan rencana agar anaknya tidak masuk ke sekolah pada hari Senin lalu.
Pasalnya, situasi pada Minggu malam dinilai masih cukup mencekam dengan adanya upaya penyerangan balik ke permukiman warga Matraman Dalam.