
JAKARTA, iDoPress - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen M Fadil Imran menegaskan, masyarakat tidak perlu memahami pembagian fungsi di internal kepolisian.
Menurut dia, yang terpenting bagi masyarakat adalah polisi dapat hadir dengan cepat saat dibutuhkan.
"Masyarakat tidak perlu memikirkan ini urusan fungsi yang mana. Bagi masyarakat sederhana: saya membutuhkan polisi. Tugas kitalah memastikan kebutuhan itu diteruskan kepada personel yang paling tepat dan paling cepat," kata Fadil, dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Hal itu disampaikan Fadil saat melakukan kunjungan kerja ke Polresta Sorong Kota, Papua Barat Daya, Kamis (16/7/2026).
Di sana ia meninjau pelaksanaan Layanan Polisi 110, Command Center, serta koordinasi antara operator, SPKT, Samapta, dan personel di lapangan.
Karena itu, ia mendorong seluruh fungsi kepolisian, mulai dari Layanan Polisi 110, SPKT, Samapta, patroli, lalu lintas hingga reserse, terintegrasi dalam satu sistem pelayanan.
Dengan demikian, setiap laporan masyarakat dapat segera direspons dan ditindaklanjuti oleh personel yang paling dekat dengan lokasi kejadian.
Menurut Fadil, ukuran keberhasilan pelayanan kepolisian tidak lagi sebatas banyaknya panggilan telepon yang berhasil dijawab.
"Telepon terjawab adalah awal dari pelayanan, bukan akhir. Yang harus kita pastikan adalah setelah masyarakat menyampaikan masalahnya, siapa yang bergerak, berapa lama polisi sampai, dan apakah persoalan masyarakat benar-benar tertangani," ungkap dia.
Ia menilai, paradigma pelayanan kepolisian harus bergeser dari sekadar menerima laporan menjadi memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut hingga masyarakat benar-benar mendapatkan bantuan.
Untuk itu, Fadil meminta jajaran kepolisian mulai mengukur waktu respons secara bertahap, mulai dari laporan diterima, penugasan personel, hingga anggota tiba di lokasi.
Menurut dia, pengukuran tersebut penting untuk mengevaluasi setiap tahapan pelayanan yang masih perlu diperbaiki.
Fadil juga menjelaskan bahwa Command Center tidak boleh dipahami hanya sebagai ruangan berisi layar besar dan teknologi canggih.
Menurut dia, hakikat Command Center adalah pusat komando yang mampu menerima informasi, menganalisis situasi, mengambil keputusan, menggerakkan personel, serta memastikan setiap persoalan masyarakat ditangani.
"Command Center jangan selalu dibayangkan sebagai ruangan besar dengan banyak layar atau teknologi yang mahal. Semua itu adalah alat. Hakikat Command Center adalah bagaimana kita menerima informasi, memahami masalah, mengambil keputusan, menggerakkan anggota, dan memastikan masalah masyarakat ditangani," ujar dia.