
JAKARTA, iDoPress - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) akan kembali mempekerjakan mantan karyawan Hotel Sultan yang terdampak proses pengosongan lahan Blok 15 secara bertahap.
Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo menyebut pada tahap awal, PPKGBK memprioritaskan penyerapan tenaga kerja di bidang teknis operasional bangunan, kebersihan, dan keamanan kawasan.
"Akan tetapi hal yang paling dekat, yang paling kita dorong, dan dari tim kita juga sudah mengabarkan bahwa terutama untuk tenaga kebersihan kita akan dahulukan. Kemudian kebersihan dan keamanan juga sama, sehingga ini mulai kita serap secara bertahap," kata Rakhmadi saat ditemui iDoPress di Hotel Sultan, Kamis (16/7/2026).
Tujuannya, agar area Hotel Sultan tetap berada dalam kondisi yang bersih, aman, dan terawat meski sudah tak lagi beroperasi.
Rakhmadi menyebut, setelah proses eksekusi dilakukan, PPKGBK telah mendapat data 403 karyawan Hotel Sultan yang melapor ke posko alih kelola Blok 15.
Saat ini, data tersebut tengah divalidasi bersama pihak Kementerian Ketenagakerjaan terkait keabsahan data dan status ketenagakerjaannya.
"Mengenai update dari posko, kita sendiri sudah mendata hingga ditutupnya posko tersebut, kita mendapatkan sejumlah 403. Itu data yang kita dapatkan dari SDM yang datang ke posko. Dari data tersebut kita tentu memprosesnya, kita mengecek kembali, dan tentu kemarin kami juga sudah berkoordinasi dengan Kemenaker," kata Rakhmadi
"Jadi dengan Kemenaker kita juga memastikan kembali apakah betul nama-nama ini juga sesuai dengan yang pernah berkontrak di PT sebelumnya," sambungnya.
Namun, Rakhmadi menyebut bahwa sejak awal pihaknya mendapat instruksi untuk tidak mengabaikan nasib para pekerja dan merangkul mereka.
Rakhmadi menekankan, langkah ini sejalan dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat agar nasib para pekerja tidak ditelantarkan usai pengambilalihan aset negara dari pengelola lama yaitu PT Indobuildco.
Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua Tim Transisi Blok 15, Hendry Arisandi.
Menurut Hendry, pekerja di bagian teknis menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keandalan fasilitas aset yang baru saja kembali ke tangan negara tersebut.
"Area-area yang akan kami cover terlebih dahulu adalah area-area pegawai yang handle teknis. Jadi yang teknis, IT, termasuk engineering dan lain-lain untuk mengoperasikan tetap terjaga bangunan-bangunan dan area sekitarnya itu yang kita dahulukan," jelas Hendry.
Sementara itu, untuk posisi manajerial dan administrasi, pihak PPKGBK belum bisa mengambil keputusan hingga saat ini.
Pasalnya, pemanfaatan strategis kawasan Blok 15 ke depan akan melibatkan Danantara dan masih berada pada tahap awal komunikasi.
Keterlibatan Danantara merupakan mandat Presiden untuk mengoptimalisasi aset negara di kawasan GBK agar lebih produktif.
"Presiden sudah memanggil beberapa menterinya termasuk Mensesneg dan Kepala Danantara, bagaimana untuk bisa mengoptimalisasikan bekerja sama dengan GBK terutama di area Blok 15 ini," ucap Rakhmadi.
Nantinya, koordinasi dengan Kemenaker dan Danantara akan menjadi faktor pertimbangan kebijakan bagi mantan pekerja yang memiliki spesialisasi perhotelan, tetapi belum terserap di tahap awal.
"Maka Danantara juga turut terlibat memastikan nanti bagaimana SDM-SDM yang lalu apakah bisa diserap, apakah bisa juga nanti disalurkan ke area-area yang sesuai hospitality-nya," tutup Rakhmadi.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang