
JAKARTA, iDoPress – Menyandang status sebagai kota global bukan hanya soal menghadirkan gedung-gedung pencakar langit atau infrastruktur modern.
Jakarta masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan guna mendapatkan predikat tersebut.
Sejumlah PR antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), perluasan layanan air bersih, penguatan transportasi dan lingkungan, hingga membangun kolaborasi lintas sektor.
Berbagai tantangan itu mengemuka dalam diskusi Serius Tapi Santai Aktivis Jakarta Tentang Jakarta Menuju Kota Global bertema "Akselerasi Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global" yang di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Sejumlah pembicara menilai berbagai aspek tersebut menjadi syarat penting agar Jakarta mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, pembangunan Jakarta sebagai kota global harus dimulai dari penguatan kualitas SDM.
Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menjadikan peningkatan akses pendidikan sebagai prioritas melalui perluasan penerima manfaat Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga program beasiswa.
"Jakarta kini tidak lagi bersaing dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan harus mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia," kata Chico, dikutip dari TribunJakarta.com.
Transformasi Jakarta menuju kota global terus menjadi agenda pemerintah daerah melalui penguatan kerja sama internasional, pembangunan berkelanjutan, serta peningkatan daya saing kota di berbagai sektor.
Arah pembangunan tersebut sejalan dengan target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menargetkan Jakarta masuk daftar Top 20 Global City pada 2045.
Dikutip iDoPress, dalam ASEAN Sustainable Urbanisation Forum (ASUF) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, Pramono mengungkapkan Jakarta saat itu masih berada di peringkat ke-74 berdasarkan Kearney's 2024 Global Cities Index.
Untuk mengejar target tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan peta jalan menuju 2045 melalui penguatan SDM, transformasi birokrasi, penguatan identitas budaya, transparansi komunikasi publik, pengurangan emisi, serta pembangunan infrastruktur ramah lingkungan.
"Hari ini saya ingin membagikan rencana jangka panjang Jakarta untuk menjadi salah satu dari 20 kota global teratas di dunia," ujar Pramono saat itu.
Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin mengatakan, penyediaan air bersih menjadi salah satu indikator penting bagi Jakarta sebagai kota global.
Saat ini, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai 82 persen atau setara sekitar 1,2 juta sambungan rumah. Layanan tersebut telah menjangkau hampir 9 juta penduduk.