Tech

Dikritik Mirip Gedung Kantor, Desain Perpustakaan Modern Kota Bekasi Bakal Diubah

Jul 11, 2026 IDOPRESS

BEKASI, iDoPress – Desain gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi, Jawa Barat, yang saat ini masih dalam tahap pembangunan menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial.

Sejumlah warganet menilai tampilan bangunan tersebut belum mencerminkan konsep perpustakaan modern, mulai dari pemilihan warna, fasad, hingga desain keseluruhan gedung.

Kritik itu bermunculan setelah foto pembangunan perpustakaan yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, diunggah di media sosial, salah satunya di akun Instagram @ceritabekasi.co.

Sebagian warganet menyebut desain bangunan tersebut lebih menyerupai gedung perkantoran atau kantor pemerintahan dibandingkan perpustakaan modern.

Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan desain bangunan masih belum final dan akan disempurnakan.

"Nanti akan ada perubahan terkait dengan desain yang ada. Jadi lebih humanis lagi, dan sesuai dengan tagline-nya bahwa perpustakaan ini menjadi perpustakaan modern," ujar Tri saat ditemui di lokasi, Jumat (10/7/2026).

Tri mengatakan, penyempurnaan desain masih memungkinkan dilakukan karena pembangunan perpustakaan saat ini masih berada pada tahap rehabilitasi dan pengembangan gedung.

Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan terhadap konsep perpustakaan tersebut.

"Kami masih bisa menerima masukan, saran, harapan, sehingga yang lebih baik adalah hari ini keikutsertaan warga masyarakat untuk ikut serta merencanakan," katanya.

Menurut Tri, perpustakaan yang dibangun Pemkot Bekasi tidak hanya dirancang sebagai tempat membaca buku, melainkan ruang publik yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat.

"Harapannya bisa menjadi ruang interaktif bukan hanya sekadar membaca dan mencari ilmu, tetapi juga ada entertain untuk anak-anak, studio animasi 9 dimensi, dan working space," tutur Tri.

Selain itu, perpustakaan juga akan menyediakan koleksi buku fisik dan layanan digital agar masyarakat dapat mengakses berbagai sumber informasi secara lebih luas.

"Untuk jumlah koleksi buku, kemungkinan ratusan ribu. Karena sekarang semua bisa dilakukan secara online, digital," kata Tri.

Ia menargetkan pembangunan perpustakaan modern tersebut rampung pada 2028 karena tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu tahun anggaran.

“Ini enggak bisa dilakukan dalam satu tahun anggaran. Mungkin butuh dua sampai tiga tahun anggaran sehingga betul-betul harapan warga masyarakat bisa terwujud,” ujar Tri.