Tech

Hotel Sultan Bakal Dirobohkan, Pekerja: Sayang, kan Bisa Buat Kerja Lagi

Jun 23, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Para pekerja Hotel Sultan menolak keras wacana perobohan bangunan hotel usai eksekusi pengosongan.

Wacana perobohan Hotel Sultan itu sebelumnya disampaikan CEO Danantara, Rosan Roeslani di Istana Negara, Senin (22/6/2026).

Windy (27), salah satu karyawan Hotel Sultan yang mendata diri ke Posko Alih Kelola Blok 15 GBK, tidak setuju terhadap wacana tersebut.

"Enggak setuju sih, soalnya sayang aja kan itu harusnya masih bisa buat kita kerja lagi mungkin gitu ya," kata Windy saat ditemui iDoPress di lokasi, Selasa (23/6/2026).

Menurut Windy, jika pada akhirnya Hotel Sultan dirobohkan, maka proses pendataan karyawan yang saat ini dilakukan akan terasa sia-sia.

Pasalnya, ia sempat mendengar kabar bahwa negara melalui PPK GBK akan menyerap kembali tenaga kerja dari Hotel Sultan untuk bekerja di hotel tersebut usai diambil alih.

"Kalau kemarin itu dari atasan katanya masih ada rencana mau dikontrak lagi sama GBK, kan katanya nanti hotelnya tetap, cuma ganti manajemen aja," ucap Windy.

"Kalau misal ujungnya enggak bisa kerja lagi, sayang aja gitu ini proses administrasinya aja udah ribet kan," sambung dia.

Windy pun meminta agar pemerintah mengkaji ulang kebijakan untuk merobohkan Hotel Sultan.

Menurut dia, pemerintah perlu lebih memperhatikan ratusan pekerja yang menggantungkan nasibnya pada pekerjaan di Hotel Sultan.

"Harapan saya sih dipikir-pikir lagi lah, mungkin kan itu disampaikan sekarang ya karena baru banget dieksekusi. Semoga ada kebijakan lah biar tetap diselamatkan. Enggak perlu dirobohin," ucap dia.

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Para pekerja Hotel Sultan melaporkan diri ke posko pendataan alih kelola Blok 15 yang digelar Pusat Pengelolaan Kompleks GBK di area Gedung Parkir A, Selasa (23/6/2026)

Senada, Wahyu (bukan nama sebenarnya) karyawan Hotel Sultan lainnya menilai langkah pemerintah tidak bijak bila harus merobohkan bangunan hotel tersebut.

Menurut dia, di tengah kondisi ekonomi saat ini, membangun ulang hotel adalah sebuah pemborosan anggaran negara.

"Menurut saya sih nanti malah boros gitu, kalau misal dirobohin terus dibangun hotel baru lagi, duit lagi kan bangunnya, dan pasti lama," ujarnya.

Wahyu juga mengkhawatirkan dirinya akan benar-benar kehilangan pekerjaan jika Hotel Sultan benar-benar dirobohkan.