Tech

Berhasilkah Skrining Istitaah Turunkan Angka Kematian Jemaah Haji?

Jun 5, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Skrining kesehatan untuk calon jemaah haji penting untuk memastikan kondisi tamu Allah di Tanah Suci, termasuk menghindarkan dari risiko kematian.

Pemerintah menerapkan istitha’ah atau istitaah kesehatan sebagai salah satu penentu kelayakan calon jemaah untuk berangkat ke Tanah Suci. Istitaah adalah kemampuan untuk naik haji.

Namun terbaru, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI masih menemukan jemaah dengan kondisi kesehatan serius, penderita kanker stadium akhir, tetap berangkat ke Tanah Suci. Ada pula jemaah berusia lanjut, hipertensi, penderita jantung, hingga gagal ginjal.

Lantas, apakah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan selama ini kurang efektif mengawasi calon jemaah haji berisiko tinggi?

Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, istitaah kesehatan sejatinya sudah mengalami perbaikan dari tahun ke tahun.

Hal ini tecermin dari jumlah jemaah haji sakit dan meninggal dunia di Arab Saudi yang menurun dari tahun ke tahun.

Namun, temuan itu menandakan bahwa upaya screening kesehatan harus terus diperketat.

"Tentu upaya-upaya skrining kesehatan itu terus harus diperketat," kata Mustolih saat dihubungi iDoPress, Jumat (5/6/2026).

Ada perbaikan

Ia tidak memungkiri, perbaikan sistem istitaah kesehatan mulai terlihat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Salah satu perubahan mendasar yang diterapkan pemerintah adalah menjadikan hasil pemeriksaan kesehatan sebagai syarat sebelum calon jemaah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih).

Menurut dia, skema tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ketika calon jemaah terlebih dahulu melunasi biaya haji sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saat ini, calon jemaah baru dapat melunasi biaya perjalanan setelah dinyatakan memenuhi syarat istitaah kesehatan oleh tenaga medis.

Dengan mekanisme tersebut, calon jemaah yang tidak memenuhi syarat kesehatan tidak dapat diberangkatkan meskipun namanya telah masuk dalam daftar keberangkatan haji.

Mustolih mengatakan, kebijakan tersebut telah diterapkan secara nyata di lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa puluhan calon jemaah haji batal diberangkatkan karena tidak memenuhi syarat istitha’ah kesehatan.