
JAKARTA, iDoPress - Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan bahwa 68 persen publik bisa menyebutkan lima sila dalam Pancasila secara lengkap.
Hasil survei berjudul “Evaluasi dan Komitmen Publik Terhadap Pancasila” dipaparkan Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2026).
Sebanyak 68,2 persen responden mengetahui lima sila secara lengkap; 11,5 persen mengetahui empat sila; 5,3 persen mengetahui tiga sila; 4,4 persen mengetahui dua sila; dan 5,2 persen hanya mengetahui satu sila.
Namun, 5,3 persen lainnya tidak dapat menyebutkan satu pun sila secara benar.
“Mayoritas publik memandang kelima sila dalam Pancasila penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Djayadi.
Sebanyak 92,7 responden mengetahui Pancasila. Sisanya, 7,3 persen responden tidak mengetahui Pancasila.
Dari 92,7 responden yang mengetahui pancasila, sebanyak 92,8 persen di antaranya mengetahui sila pertama; 83,5 persen sila kedua; 81,7 persen sila ketiga; 76,4 persen sila keempat; dan 82,5 persen sila kelima.
Populasi survei ini mencakup seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah saat survei dilakukan.
Dari populasi tersebut, peneliti memilih 2.020 responden secara acak menggunakan metode multistage random sampling.
Dengan jumlah sampel itu, margin of error survei sebesar ±2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Para responden diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah mendapatkan pelatihan.
Untuk menjaga kualitas data, tim melakukan pengawasan secara acak terhadap 20 persen sampel melalui kunjungan ulang ke responden (spot check).
Hasilnya, tidak ditemukan kesalahan berarti dalam proses wawancara.
Survei ini berlangsung mulai 4 Maret 2026 hingga 12 Maret 2026.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang