
JAKARTA, iDoPress - Ahmad Gofur (51), karyawan 5asec yang telah bekerja sejak 1993, mengaku ijazah miliknya ditahan perusahaan sejak pertama kali bergabung.
Pengakuan itu disampaikan Gofur saat berdialog dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal dalam inspeksi mendadak (sidak) di kantor pusat 5asec, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Momen itu bermula ketika Said Iqbal menanyakan langsung kepada Gofur apakah dia juga mengalami penahanan ijazah seperti yang dikeluhkan sejumlah pekerja.
"Ijazah Anda ditahan juga?" tanya Said Iqbal kepada Gofur.
"Tahan. Paling awal," jawab Gofur.
Gofur kemudian menceritakan bahwa dia telah menjadi bagian dari 5asec sejak perusahaan itu berdiri pada 1993. Selama lebih dari tiga dekade bekerja, ia mengaku menyaksikan berbagai pergantian manajemen hingga kondisi perusahaan saat ini.
"Bicara 5asec, saya termasuk yang sudah hadir dari tahun 1993. Dari awal. Jadi kalau saya boleh cerita, dari awal 5asec berdiri sampai pergantian manajemen, saya alami semua," kata Gofur.
Ia bahkan masih mengingat gaji pertamanya saat mulai bekerja di perusahaan tersebut, yakni sebesar Rp 80.000.
"Saya orang yang ke-42. Gaji tahun 1993 masih Rp 80.000. Sampai berapa kali ganti manajemen pun saya paham," ujar dia.
Gofur mengenang hubungan antara perusahaan dan pekerja pada masa awal berdirinya 5asec. Meski ijazahnya ditahan, ia mengaku saat itu tidak mengalami kesulitan karena komunikasi antara manajemen dan karyawan berjalan baik.
Menurut dia, pendiri perusahaan, yang akrab disapa Pak Yus, memiliki komunikasi yang terbuka dengan para pekerja.
"Kalau bicara 5asec di PT Grita Artha Kreamindo, serem dah, tapi nikmat. Janji-janji terealisasi sama Bapak, maksudnya Pak Yus, memang tercipta saat itu. Memang Bapak, Pak Yus agaknya komunikasinya bagus ya. Ada pertemuan akbar, ada gathering," kata dia.
Mendengar penjelasan tersebut, Said Iqbal menilai pemilik perusahaan pada masa itu memiliki kepedulian terhadap para pekerja.
Namun, menurut Gofur, kondisi tersebut berbeda dengan situasi yang dihadapi karyawan saat ini. Ia menilai komunikasi antara manajemen dan pekerja tidak lagi berjalan seperti sebelumnya.
Sebagai supervisor di 5asec, Gofur mengaku kerap menjadi tempat mengadu bagi para karyawan yang mempertanyakan berbagai kebijakan perusahaan, termasuk terkait pekerja yang dirumahkan sementara ijazah mereka masih ditahan.