Olahraga

Gerakan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah Mulai Terlihat, tetapi Ibu Masih Mendominasi

Jul 14, 2026 IDOPRESS

TANGERANG SELATAN, iDoPress - Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah yang digaungkan pemerintah mulai terlihat di sejumlah sekolah dasar pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Sejumlah ayah tampak hadir mengantar anak mereka memasuki gerbang sekolah.

Namun, berdasarkan pantauan iDoPress di SDN Jombang 04, Tangerang Selatan, jumlah mereka masih jauh lebih sedikit dibandingkan para ibu yang mendominasi halaman sekolah.

Sebagian besar ibu terlihat mendampingi anak hingga menjelang upacara pembukaan MPLS dimulai.

Mereka membantu merapikan seragam, membawakan perlengkapan sekolah seperti tas dan bekal, hingga menenangkan anak yang masih tampak gugup memasuki lingkungan belajar yang baru.

Sementara itu, ayah yang hadir hanya beberapa orang. Sebagian besar tidak dapat datang karena harus bekerja dan tidak bisa mengambil cuti.

Kondisi tersebut dialami Lilis, orangtua salah satu murid SDN Jombang 04.

Ia mengatakan, suaminya tidak bisa ikut mengantar anak pada hari pertama sekolah karena harus bekerja.

Padahal, menurut Lilis, sang suami juga ingin mendampingi buah hati mereka di momen tersebut.

"Suami hari ini kerja, jadi enggak bisa izin. Sebenarnya dia juga pengin ikut, cuma memang pekerjaannya enggak memungkinkan untuk cuti atau datang pagi," ujar Lilis kepada iDoPress, Senin.

Sejak awal, Lilis dan suaminya telah sepakat bahwa dia yang akan mengantar anak mereka ke sekolah.

Selain karena telah menyiapkan seluruh kebutuhan sekolah sang anak, ia juga ingin mendampingi buah hatinya yang baru memasuki jenjang sekolah dasar.

"Memang kesepakatan kita berdua kalau saya yang ngantar. Dari kemarin juga saya yang menyiapkan semua kebutuhan sekolahnya, jadi sekalian mendampingi di hari pertama," kata dia.

Bagi Lilis, kehadiran orangtua pada hari pertama sekolah merupakan momen yang penting dan sayang untuk dilewatkan.

Menurut dia, pengalaman tersebut tidak akan terulang lagi, terlebih sang anak baru duduk di kelas 1 SD.