


JAKARTA, iDoPress - Blind box merupakan produk koleksi yang dikemas dalam kotak tertutup sehingga pembeli tidak mengetahui karakter yang diperoleh hingga kemasan dibuka.
Harganya beragam. Semakin langka atau semakin khas karakter yang ditawarkan, seperti tokoh animasi tertentu, umumnya semakin tinggi pula nilainya.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren blind box semakin populer di kalangan generasi muda, didorong maraknya konten unboxing di media sosial.
Video-video yang menampilkan ekspresi bahagia saat memperoleh karakter langka membuat rasa penasaran ikut menular kepada penonton.
Bagi Sintya (26), karyawan swasta di Jakarta Selatan, semua bermula dari rasa penasaran.
Pada akhir 2023, ia mengikuti temannya berkunjung ke sebuah pusat perbelanjaan.
Di sana, sebuah gerai blind box dipenuhi pengunjung yang antusias membuka kotak-kotak kecil di depan kasir.
Ekspresi bahagia maupun kecewa yang muncul seketika menarik perhatian Sintya.
Awalnya ia hanya membeli satu kotak sebagai coba-coba. Karakter yang didapat ternyata sesuai seleranya.
Sejak saat itu, ia mulai mengikuti berbagai koleksi blind box melalui media sosial hingga akhirnya rutin membeli.
"Yang bikin menarik itu justru kita enggak tahu isinya. Kayak siapa tahu satu kotak lagi dapat. Rasanya deg-degan. Kadang sebelum dibuka sudah nebak-nebak sendiri. Sensasi itu yang enggak saya dapat kalau beli barang biasa," ujar Sintya saat ditemui iDoPress di sebuah kafe kawasan Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
Perasaan itulah yang kemudian membuat frekuensi pembeliannya meningkat, terutama ketika muncul seri baru.
Jika sedang ada koleksi terbaru yang disukai, ia bisa membeli blind box setiap pekan, bahkan dua hingga tiga kotak sekaligus.
Dalam kondisi normal, ia mengaku setidaknya membeli satu kali setiap bulan. Dorongan terbesar muncul ketika ia mengincar satu karakter tertentu.
Suatu ketika, Sintya mengejar figur secret dalam sebuah seri. Ia membeli enam kotak dalam kurun dua minggu. Hasilnya tetap tidak sesuai harapan.
"Agak nyesel sih setelah dihitung," katanya.
Dalam sebulan, pengeluarannya untuk hobi tersebut berkisar Rp500.000. Nominal itu bisa bertambah ketika muncul koleksi baru yang dianggap menarik.
Ia juga mengakui beberapa kali melakukan pembelian secara impulsif.
"Awalnya cuma niat lihat-lihat, pulangnya malah bawa dua atau tiga box. Apalagi kalau lihat stok tinggal sedikit, rasanya takut kehabisan," ucapnya.
Menurut Sintya, media sosial menjadi salah satu pemicu terbesar. Tayangan unboxing di TikTok yang memperlihatkan orang lain berhasil memperoleh karakter langka sering kali membuatnya tergoda ikut mencoba.
Meski demikian, kini ia mulai membuat batas anggaran agar pengeluarannya tidak berlebihan.
Pengalaman serupa dialami Azkal (25), pegawai startup yang mulai mengenal blind box melalui media sosial.
Linimasa TikTok miliknya pernah dipenuhi video unboxing berbagai seri koleksi. Mula-mula ia menganggap tren tersebut biasa saja.