
BEKASI, iDoPress — Rahmat (46), orangtua Afna Regita (29), mengungkapkan kondisi anaknya saat tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A.
Saat kejadian, Afna tengah dalam perjalanan menuju Bekasi untuk mengambil dokumen pekerjaan, meski sehari-hari bekerja di Cibinong, Bogor.
Putrinya sempat tertidur sesaat sebelum tabrakan terjadi.
“Dia bilang, pas kejadian yang lain itu pada berdiri karena kepo (ingin tahu). Tapi kalau anak saya merem (tidur) sebentar. Enggak lama langsung ada tubrukan itu,” ujar Rahmat saat ditemui di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).
Akibat benturan tersebut, Afna sempat tak sadarkan diri.
Ia mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah hingga harus dioperasi.
“Pas di sini langsung dioperasi. Ada sekitar 20 jahitan di bagian kepala dan wajah. Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah membaik,” kata Rahmat.
Ia mendapat kabar kecelakaan tersebut sekitar tengah malam dari rekan Afna.
Ponsel Afna hilang saat kejadian, tetapi ia sempat menghubungi temannya menggunakan perangkat lain.
Meski kondisi fisik mulai membaik, Rahmat menyebut anaknya masih mengalami trauma ringan usai kecelakaan.
Hingga kini, Afna masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi dan belum sepenuhnya sadar.
“Dia belum terlalu sadar ya karena habis operasi. Jadi belum bicara banyak sama sekali,” kata Rahmat.
Rahmat juga memastikan seluruh biaya perawatan telah ditanggung oleh Jasa Raharja, sehingga tidak menjadi kendala bagi keluarga.
Untuk memudahkan akses keluarga, Rahmat memindahkan Afna ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan.
“Atas kemauan saya sendiri. Karena saya kerja juga, capek kalau bolak-balik ke sini. Jadi ini bukan karena rujukan, tapi keputusan saya sebagai orangtua,” ujar dia.