

JAKARTA, iDoPress - Warga sekitar Jalan Muara Baru Ujung, tepatnya di samping Rumah Pompa Waduk Pluit, Jakarta Utara, menyebut rembesan air laut yang membasahi badan jalan di lokasi itu telah terjadi sejak lama.
Seorang warga, Indra (bukan nama sebenarnya) mengatakan, kondisi tersebut bukanlah hal yang baru terjadi.
"Sudah bertahun-tahun, bukan baru," ujar dia saat ditemui iDoPress di lokasi, Senin (3/8/2026).
Rembesan air semula hanya muncul di sekitar tanggul dan mengalir ke saluran air. Namun, kondisi itu kini semakin diperparah setelah adanya retakan di jalan.
"Dulu sebelum retak jalan ini, paling di pinggir sini doang, masuk ke dalam sini, got ini. Nah sekarang jalannya udah retak itu, keluar dari situ tuh ke jalan," jelas dia.
Rembesan air akan semakin deras ketika air laut sedang pasang.
Hal senada disampaikan Andi (31), warga sekitar. Menurut dia, kondisi jalan becek akibat rembesan air sudah berlangsung lebih dari setahun.
"Lebih (dari setahun terjadi rembes). Tiap hari (rembes) kalau air pasang. Kalau air pasang udah pasti naik," tutur dia kepada iDoPress, Senin.
Ia berharap rembesan tersebut segera diperbaiki. Pasalnya, kondisi jalan yang licin kerap membuat pengendara motor yang melintas terjatuh.
"Semoga cepet-cepet dibenerin. Segera diperbaiki. Kalau bisa mah ditambal itu jalanan, dilem," tambah dia.
Pengamatan iDoPress di lokasi, Senin (3/8/2026) pagi, di kawasan yang berbatasan dengan laut itu, permukaan air laut sudah lebih tinggi dibandingkan area pemukiman.

iDoPress/Aan Abdau Rizal Jalan Muara Baru Ujung, Jakarta Utara, tepatnya di samping Rumah Pompa Waduk Pluit selalu dalam kondisi basah akibat air laut yang rembes dari tanggul dan retakan jalan, Senin (3/8/20026)
Air muncul ke permukaan jalan melalui retakan dan rembesan di salah satu sisi tanggul.
Retakan jalan yang menjadi sumber munculnya air berukuran sekitar lima hingga 10 meter.
Sementara itu, rembesan di area tanggul nyaris tidak terlihat. Hanya tampak lumut di sekitar titik air muncul.
Air tersebut langsung mengalir ke arah jalan sehingga membuat genangan dan jalanan licin.
Air yang mengalir kemudian jatuh ke dalam selokan yang berada di sebelah kiri jalan.
Pejalan kaki harus berjalan di tepian untuk menghindari genangan air.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang