
JAKARTA, iDoPress - Ahmad (41), pengemudi ojek online di Jatinegara mengaku memilih beralih menggunakan Pertalite karena harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (10/6/2026).
"Iya, beda jauh. Harganya lumayan, kalau ojek online kan berasa banget kalau isi Pertamax terus, enggak menutup kalau Pertamax terus," kata Ahmad di SPBU kawasan Jatinegara, Kamis (25/6/2026).
Ia mengatakan kini hanya mengisi Pertamax sekitar seminggu sekali dan lebih memilih mengantre untuk mendapatkan Pertalite.
"Kalau Pertamax saya cuma seminggu sekali, sebenarnya ingin pakai terus karena kalau Pertalite kadang mesin berebet, tapi ya bagaimana lagi," ungkap Ahmad.
Ahmad menjelaskan, sebelum harga Pertamax naik, ia mengisi bahan bakar sekitar Rp 40.000 per hari.
Namun, kini pengeluarannya bisa mencapai Rp 50.000 per hari.
"Kalau uangnya lari ke Pertamax, pulang ke rumah tidak bawa uang. Karena saya sehari Rp 150.000 paling bagus Rp 200.000," ujar Ahmad.
Hal serupa diungkapkan Indra (35), seorang pekerja swasta. Ia mengaku beralih ke Pertalite setelah kenaikan harga Pertamax.
"Awalnya mau bertahan pakai Pertamax, tapi lama-lama enggak menutup, kalau memaksakan takut uang bulanan habis sebelum waktunya, kan kenaikan bensin pas tanggal 10 Juni 2026," jelas dia.
Indra mengaku tidak ingin memaksakan diri menggunakan Pertamax jika kondisi keuangannya tidak memungkinkan.
Ia mengatakan, sebelumnya biaya untuk mengisi penuh tangki motornya berkisar Rp 45.000 hingga Rp 50.000.
Kini, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 60.000.
"Kan saya rantau ya, harus bayar kos makan, kalau isi Pertamax sekitar Rp60.000 buat dua hari kadang sehari, ya lumayan ya, apalagi bahan pokok juga naik," ujarnya.
Berbeda dengan Ahmad dan Indra, Riyadi, seorang pengemudi ojek online, tetap memilih menggunakan Pertamax karena khawatir penggunaan Pertalite akan memengaruhi kondisi mesin motornya.
"Saya takut kalau pakai Pertalite berpengaruh ke mesin jadi kotor, terus kalau Pertalite antreannya makin panjang di mana-mana, sedangkan kita mengejar orderan," ungkapnya.
Riyadi mengaku, sebelum harga Pertamax naik, ia menghabiskan sekitar Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per hari untuk bahan bakar.
"Kalau sekarang paling Rp 60.000. Menambah sekitar Rp 20.000. Tangki saya enggak besar, tapi irit. Biar tetap menutup, ya orderan harus rajin saja," katanya.
Ia mengaku setiap hari masih bisa membawa pulang pendapatan sekitar Rp 100.000 hingga Rp 200.000 dari pekerjaannya sebagai pengemudi ojek online.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang