
JAKARTA, iDoPress - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menilai Pancasila harus menjadi pegangan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaan.
Megawati mengatakan, Indonesia akan terus menghadapi berbagai persoalan jika kemerdekaan yang telah diperjuangkan tidak dipelihara.
"Jadi kan ini sudah di sini ditulis bakal 81 tahun kita merdeka, nah, kalau enggak dipelihara merdekanya, lalu gimana?" ujar Megawati dikutip iDoPress dari kanal YouTube BPIP, Rabu (12/8/2026).
Megawati menyampaikan hal tersebut saat berpidato dalam acara Ekspose Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 10 s.d. 17 Juli 1945 yang digelar BPIP pada Senin (10/8/2026).
Dia pun menceritakan hasil kontemplasinya bersama pemikiran ayahnya, Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno.
Megawati mengaku mempertanyakan kondisi Indonesia yang sudah merdeka tetapi masih menghadapi berbagai persoalan.
"Pak, ini kenapa negoro kok koyok ngene yo? Bayangkan loh, Pak, padahal sudah merdeka, tapi kok goyang-goyang terus ya? Jadi mesti diapain?" kata Megawati.
Dari situ, lanjut Megawati, dirinya mengetahui bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang benar-benar mencintai rakyat dan mampu mewujudkan kemakmuran.
Dia juga menyebut negara harus mampu berdiri di atas kaki sendiri.
"Ah, yang cinta pada rakyatnya. Ah, yang bisa membuat yang negara ini katanya makmur, sentosa, yang harusnya berdiri di atas kaki sendiri," kaya Megawati.
Selain itu, Indonesia membutuhkan pegangan yang dapat menjaga bangsa tetap berada pada jalurnya.
Dia mengatakan, para pendiri bangsa telah menyusun Pancasila sebagai pegangan tersebut.
"Tapi kan untuk supaya ada yang menjadi pegangannya, itu dengan susah payah loh dibuat oleh para pendiri bangsa kita loh, apa? Akhirnya, yang disebut Pancasila," kata Megawati.
Megawati mengatakan, nilai-nilai Pancasila dapat diterima secara universal. Dia pun mengaku selalu memasukkan Pancasila dalam pidatonya ketika berada di luar negeri.
"Kalau saya ke luar negeri, di dalam pidato saya yang saya buat sendiri, saya masukkan Pancasila, selalu saya diberi apa? Hah? Standing ovation," ucap Megawati.