
JAKARTA, iDoPress - Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan menilai, peristiwa monyet liar yang menyerang permukiman warga di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, jangan hanya dilihat insiden satwa liar semata.
Ia menduga peristiwa tersebut alarm bahwa ada yang tidak beres dengan keseimbangan ekosistem hutan di sana.
"Kalau monyet sampai berkali-kali masuk ke permukiman dan menyerang warga, kemungkinan besar itu karena mereka kehilangan sumber makanan di habitat aslinya, entah karena hutan yang menyusut, tutupan lahan yang berubah, atau adanya kerusakan lingkungan yang perlu dicari akar masalahnya," kata Daniel kepada iDoPress, Jumat (7/8/2026).
Ia mendesak adanya investigasi secara menyeluruh terhadap kondisi hutan di sekitar Tembilahan.
Investigasi perlu dilakukan agar diketahui adanya deforestasi, kebakaran, alih fungsi lahan, atau sebab lain yang membuat satwa keluar dari habitatnya.
"Temuan ini harus jadi pijakan untuk membenahi tata kelola hutan dan kawasan penyangga, supaya fungsinya sebagai rumah dan sumber pangan satwa liar tetap terjaga," ucap Daniel.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini juga berharap penanganan terhadap monyet-monyet liar tersebut harus tetap mengedepankan prinsip konservasi, serta dievakuasi dan direlokasi ke habitat yang layak.
Pemerintah dan semua pihak terkait juga perlu memperkuat edukasi ke masyarakat serta menyiapkan sistem mitigasi dan peringatan dini di wilayah-wilayah yang rawan konflik satwa dengan manusia.
Ia berharap warga yang mengalami luka dapat segera pulih kembali.
Di samping itu, Daniel mengapresiasi respons cepat DPKP Indragiri Hilir, BBKSDA Riau, kepolisian, TNI, hingga masyarakat yang bahu-membahu menangani situasi ini di lapangan.
"Kejadian di Tembilahan ini harus jadi pengingat, hutan yang lestari adalah bagian dari keselamatan masyarakat itu sendiri," ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian hutan agar habitat tidak sampai masuk ke permukiman warga.
Sebelumnya diberitakan serangan monyet liar terjadi di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau.
Sebanyak 18 warga dikabarkan mengalami cedera.
Dilansir dari iDoPress, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidi Ismail mengatakan, total warga yang diserang monyet sebanyak 18 orang.
Ada 18 orang warga yang mengalami luka akibat serangan monyet," kata Junaidi, Kamis (6/8/2026). Junaidi menyebut, seluruh korban telah pulang ke rumahnya masing-masing setelah diberikan penangan medis.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang