Keuangan

Dukcapil: Ada 764 Orang yang Namanya "Indonesia"

Aug 4, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Teguh Setyabudi mengungkapkan, terdapat 764 penduduk yang memiliki nama "Indonesia".

"Ada 764 penduduk kita yang namanya Indonesia," ujar Teguh dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil 2026 sekaligus Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, dikutip dari siaran Youtube Dukcapil Kemendagri, Senin (4/8/2026).

Selain itu, terdapat pula 3.642 penduduk yang memiliki nama Merdeka. Lalu, ada 1.534 penduduk yang bernama Garuda.

Dalam kesempatan itu, Teguh juga memaparkan nama yang paling populer digunakan oleh setiap generasi di Indonesia.

Pada generasi Alpha laki-laki yang lahir pada rentang 2013 hingga 2024, terdapat nama Muhamad Al Fatih (29.351 penduduk) dan Muhamad Rafa Azka P (11.468 penduduk).

Sedangkan untuk generasi Alpha perempuan, ada anam Siti Aisyah (15.441 penduduk) dan Aisyah Ayudia I (14.143 penduduk).

"Nama adalah suatu harapan, suatu doa," ujar Teguh.

Kemudian untuk generasi Z yang lahir pada rentang 1997 hingga 2021, ada nama Ardiansyah (18.221 penduduk) dan Aldi (17.996 penduduk) yang paling banyak digunakan untuk laki-laki.

Untuk perempuan generasi Z, Sri Wahyuni (26.541 penduduk) dan Siti Aisyah (25.046 penduduk) menjadi nama yang paling banyak digunakan.

Selanjutnya, nama Herman (44.421 penduduk) dan Sutrisno (42.300 penduduk) menjadi nama yang paling banyak digunakan generasi Milenial laki-laki yang lahir pada 1981-1996.

Adapun untuk generasi Milenial perempuan, ada Nurhayati (89.799 penduduk) dan Sri Wahyuni (80.567 penduduk).

Lalu untuk generasi X yang lahir pada 1965 hingga 1980, terdapat nama Sutrisno (65.737 penduduk) dan Mulyadi (52.325 penduduk) untuk laki-laki.

Sedangkan untuk perempuan dari generasi X, nama Nurhayati (105.618 penduduk) dan Sulastri (85.550 penduduk) jadi yang paling banyak digunakan.

Terakhir dari generasi Baby Boomer yang lahir pada 1946 hingga 1964, ada nama Slamet (38.262 penduduk), Sutrisno (28.311 penduduk), Aminah (37.153 penduduk), dan Nurhayati (36.900 penduduk).

"Nama-nama lokal itu sudah mulai tergantikan. Sekarang mungkin untuk anak-anak yang usia 5 tahun, 10 tahun di Pulau Jawa katakanlah, sulit mencari yang namanya Joko, atau yang namanya Sutrisno, atau Slamet," ujar Teguh.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang