Keuangan

Kisah Senja Heru Baskoro, Putra Sayuti Melik yang Berjuang Melawan Sakit di Kontrakan Bekasi

Jul 14, 2026 IDOPRESS

BEKASI, iDoPress – Heru Baskoro (84), anak dari penulis naskah Proklamasi Kemerdekaan RI, Sayuti Melik, kini menjalani kehidupan penuh keterbatasan di sebuah rumah kontrakan sederhana di Jalan Cipendawa Baru, RT 002/RW 003, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi.

Di kontrakan berukuran dua petak itu, Heru hanya tinggal berdua bersama istrinya, Treyzia Noviani (65). Dengan biaya sewa Rp 560.000 per bulan, keduanya menjalani hari-hari dengan perabot seadanya.

Kondisi kesehatan Heru yang terus menurun membuat pasangan tersebut menghadapi keterbatasan, termasuk kesulitan biaya untuk melanjutkan pengobatan yang masih dibutuhkan.

Saat ditemui iDoPress di tempat tinggalnya, Senin (13/7/2026), kondisi fisik Heru tampak menurun. Rambutnya telah memutih seluruhnya.

iDoPress/NURPINI AULIA RAPIKA Heru Baskoro (84) anak dari penulis naskah proklamasi Sayuti Melik, saat ditemui di kontrakan dua petak, di Bojongmenteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (13/7/2026). Ia dikabarkan hidup terlantar bersama sang istri dan kehabisan biaya pengobatan mata.

Ia masih berusaha menjawab sejumlah pertanyaan meski dengan keterbatasan akibat gangguan penglihatan dan kondisi kesehatannya.

Kontrakan dua petak itu menjadi tempat mereka beristirahat sekaligus menyimpan barang-barang yang dibawa setelah beberapa kali berpindah tempat tinggal.

Tas, koper, dan kardus masih tersusun di sudut ruangan, berdampingan dengan perabot sederhana yang mereka gunakan sehari-hari.

Tidak banyak perabot yang menghiasi rumah tersebut. Mereka bahkan tidur di atas kasur tanpa alas lantai dan ranjang, serta hanya menggunakan satu kipas angin.

Kondisi tersebut berbeda jauh dengan kehidupan yang pernah mereka jalani puluhan tahun sebelumnya saat menetap di luar negeri.

Sebelum kembali ke Indonesia, Heru dan Treyzia sempat menetap di Kanada sejak akhir 1990-an. Saat itu, kehidupan mereka jauh berbeda dibandingkan sekarang karena Heru masih bekerja dan memiliki kondisi finansial yang cukup stabil.

Menurut Treyzia, sebelum tinggal di Kanada, Heru merupakan pemegang Green Card (kartu penduduk teteap) di Amerika Serikat. Namun, karena sejumlah pertimbangan, keduanya kemudian memilih pindah ke Kanada sekitar 1998 hingga 1999.

Treyzia mengatakan, saat itu dirinya mengalami kesulitan beradaptasi ketika tinggal di Amerika Serikat. Setelah berkonsultasi dengan pengacara imigrasi, mereka kemudian mempertimbangkan Kanada sebagai tempat tinggal.

"Suami saya permanent resident Amerika sebelum kenal saya. Jadi dicoba ke Kanada, dan akhirnya pindah ke sana karena kesehatan lebih terjamin," ujar Treyzia saat ditemui di rumah kontrakannya di Rawalumbu, Senin.

Selama tinggal di luar negeri, Heru memiliki perjalanan karier yang cukup baik.

"Dulu suami pernah bekerja di perusahaan oil di Texas, Amerika Serikat. Sebelum itu, juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di perusahaan Trans Bakrie," ujar Treyzia.