Keuangan

Bukan Hanya Pusat Bisnis, Jakarta Siap Jadi Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Jul 7, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Selain dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, Jakarta kini bersiap menjadi magnet wisata baru melalui konsep Jakarta Sport Tourism. Inisiatif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini dirancang untuk memperkuat ekonomi kreatif serta mendorong pertumbuhan pariwisata urban dengan memanfaatkan berbagai ajang olahraga berskala nasional hingga internasional.

Jakarta Sport Tourism tidak hanya menempatkan olahraga sebagai ajang kompetisi, tetapi juga mengintegrasikannya dengan sektor pariwisata, seni budaya, kuliner, serta layanan perkotaan. Dengan begitu, setiap penyelenggaraan event olahraga dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas bagi berbagai sektor.

"Jakarta Sport Tourism merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan olahraga yang terintegrasi dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan layanan perkotaan," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Andri Yansyah saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Jumat (3/7/2026).

Kehadiran atlet, ofisial, suporter, dan wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara akan menggerakkan roda perekonomian kota. Dampaknya pun dirasakan oleh berbagai sektor, mulai dari hotel, transportasi, restoran, hingga pelaku UMKM yang ikut menikmati meningkatnya aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan event.

Jakarta punya modal kuat untuk mewujudkan visi tersebut. Kota berpenduduk 11 juta jiwa ini didukung infrastruktur olahraga berstandar internasional seperti Jakarta International Stadium (JIS) dan Gelora Bung Karno (GBK), yang terhubung dengan jaringan transportasi publik yang semakin terintegrasi. Pengalaman menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional juga menjadi bekal penting untuk memperkuat daya saing Jakarta di tingkat global.

"Potensi tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism," ujar Andri.

Melalui konsep ini, Jakarta ingin menghadirkan pengalaman wisata perkotaan yang berbeda. Wisatawan tidak hanya menikmati pertandingan olahraga, tetapi juga dapat mengeksplorasi ruang-ruang publik, kekayaan budaya, kuliner, hingga berbagai atraksi kota yang menjadi ciri khas Jakarta. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menyambut Jakarta menuju usia ke-500 pada 2027.

"Tetapi juga sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasional," lanjut Andri.

Untuk menjaga geliat ekonomi tetap berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta berencana menghadirkan kalender sport tourism sepanjang tahun. Beragam kegiatan akan digelar, mulai dari kejuaraan pelajar, olahraga masyarakat, hingga event internasional.

Sejumlah destinasi unggulan seperti Kota Tua, Kepulauan Seribu, dan Ancol juga akan dioptimalkan sebagai lokasi penyelenggaraan sport tourism, sehingga olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif dapat tumbuh saling menguatkan.

Pandangan Analitis: Menantang Bali, Membangun Keberlanjutan

Jakarta Sport Tourism mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Vokasi Universitas Airlangga, Novianto Edi Suharno, menilai langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah tepat sebagai strategi untuk mengoptimalkan potensi kota.

Menurut Novianto, Jakarta tidak memiliki banyak kekayaan wisata alam seperti Bali atau Papua. Karena itu, pengembangan wisata buatan, termasuk sport tourism, menjadi pilihan yang relevan untuk menarik lebih banyak wisatawan.

"Saya melihat langkah Pemprov DKI Jakarta ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah strategi yang memiliki arah dan tujuan jelas," kata Novianto saat dihubungi, Jumat.

Ia menjelaskan, daya tarik sport tourism tidak hanya terletak pada penyelenggaraan kompetisi olahraga. Segmen wisatawan ini umumnya memiliki lama tinggal lebih panjang dan daya beli yang relatif tinggi, sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi sektor pariwisata.

"Jakarta Marathon atau ajang balap internasional bukan cuma soal tiket pertandingan, tetapi juga perputaran uang di sektor hilir pariwisata," ujarnya.