
JAKARTA, iDoPress - Kementerian Luar Negeri memastikan belum ada Warga Negara Indonesia (WNI) di Eropa yang terdampak gelombang panas."Sampai saat ini belum ada WNI yang terdampak ya, yang melaporkan atau menjadi korban dari heatwave itu belum," kata Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah di Jakarta, Rabu (1/7/2026).Heni menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan kantor perwakilan di Indonesia untuk memastikan kondisi WNI di tengah ancaman panas ekstrem."Semua perwakilan di Eropa ini membuka hotline dan juga menyampaikan kepada para WNI untuk waspada dan melakukan langkah-langkah agar tidak terlalu terdampak dengan kondisi heatwave di Eropa tersebut," ungkapnya.
Gelombang Panas Landa Eropa
Gelombang panas melanda Eropa beberapa hari terakhir.Panas ekstrem tersebut mengakibatkan kematian di sejumlah negara.Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah unggahan di X mengatakan, lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni."Stres panas sering disebut sebagai pembunuh senyap, dengan rumah, tempat kerja, dan sekolah di Eropa tidak dibangun untuk suhu seperti ini," katanya, dikutip dari BBC.Kementerian Kesehatan Perancis melaporkan, terdapat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan di negara itu sejak Rabu (23/6/2026).Menurut WHO, banyak dari tambahan korban jiwa terjadi di antara mereka yang berusia 65 tahun ke atas, setelah mencatat peningkatan 40 persen dalam jumlah orang yang meninggal di rumah.Pada Minggu pagi, Kementerian Kesehatan Perancis melaporkan, terdapat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan di negara itu sejak Rabu (23/6/2026).Menurut WHO, banyak dari tambahan korban jiwa terjadi di antara mereka yang berusia 65 tahun ke atas, setelah mencatat peningkatan 40 persen dalam jumlah orang yang meninggal di rumah."Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat di Bumi, memanas dua kali lipat dari rata-rata global," ungkap Tedros."Jutaan orang di seluruh Eropa saat ini hidup di bawah panas ekstrem, ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, jaringan listrik kewalahan", imbuhnya.iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.
Gabung iDoPress Plus sekarang