Keuangan

Luhut Cerita Ditawari Software 500.000 Euro dari Estonia, Bangga GovTech Dibuat Anak Bangsa

Jun 30, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Panjaitan mengaku bangga anak bangsa berhasil membuat Government Technology (GovTech) atau sistem digitalisasi layanan publik.

Luhut bahkan bercerita sempat mendapat tawaran membeli software canggih asal Estonia.

"Sistem pertukaran data ini pun kemarin kami didatangi oleh Estonia yang menawarkan software untuk kita beli karena pengalaman mereka. Mereka telah menawarkan software itu 500.000 Euro," kata Luhut dalam rapat di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Luhut mengaku bangga dengan anak bangsa karena berhasil membuat sistem GovTech yang canggih tanpa harus bayar semahal produk Estonia itu.

"Dan ini ternyata sudah dibuat oleh tim Government Technology kita tanpa bayar dan sudah digunakan," ungkapnya.

Luhut pun menekankan Indonesia tidak boleh lagi tergantung negara lain.

"Artinya apa, anak bangsa itu bisa membuat, tidak mesti kita tergantung pada negara-negara lain. Kita pelajari ya, tapi kita jangan tergantung pada mereka," tuturnya.

Di kesempatan ini, Luhut menyebut Government Technology sebagai suatu loncatan besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebab, menurutnya, GovTech akan membuat pemerintah ini menjadi lebih efisien dan lebih transparan.

"Dan kami di komite sudah melihat bahwa banyak sekali yang akan kita lakukan dengan lebih akurat ke depan karena data-data kita akan juga menjadi akurat," tegasnya.

Dia juga bangga karena sistem GovTech telah dilakukan untuk seleksi penerima bantuan sosial (bansos).

"Untuk pertama kalinya, seleksi penerima bansos kita lakukan secara transparan dan akuntabel lewat pertukaran data lintas sektor," tuturnya.

Secara khusus, ia menyoroti Pemerintah Kota Surabaya yang sudah menerapkan digitalisasi bansos di daerahnya.

Dia berharap ke depannya sistem ini dapat dikembangkan lagi ke banyak daerah.

"Saya terima kasih khusus, sebelum saya lanjut, kepada Walikota Surabaya yang sudah mencapai target seluruh Kota Surabaya terdaftar di data bansos ini dan saya berharap 43 kabupaten ini kalau bisa mengejar dalam satu bulan ke depan ini atau satu setengah bulan itu bisa dilakukan," jelasnya.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang