
JAKARTA, iDoPress - Toko perlengkapan padel di Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap karyawannya, Abdul Latif, terpantau masih beroperasi pada Sabtu (27/6/2026) pagi.
Berdasarkan pantauan iDoPress sekitar pukul 09.00 WIB, toko tersebut tetap buka tanpa aktivitas mencolok di sekitar area bangunan.
Pedal Padel berada di lantai dasar sebuah gedung komersial bertingkat yang juga ditempati sejumlah tenant lain. Dari luar, papan nama toko masih terpasang jelas di bagian depan. Area parkir gedung tampak terisi sejumlah mobil dan sepeda motor.
Lalu-lalang orang di sekitar gedung pun terlihat normal. Tidak tampak garis polisi maupun penjagaan khusus di area toko.
Seorang petugas di pos keamanan mengatakan, operasional toko tetap berjalan meski sebagian karyawan sedang libur akhir pekan.
“Iya masih buka kalau store, kalau karyawannya libur, karena Sabtu Minggu,” ujar satpam saat ditemui iDoPress di lokasi, Sabtu.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci soal kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan tersebut.
“Saya enggak tahu mengenai kejadian, yang tahu kemarin yang ditangkap. Kalau enggak salah lima orang,” kata dia.
Warga sekitar bernama Abid (28), yang sehari-hari melintas di kawasan Jalan Praja, juga mengaku tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan di sekitar toko tersebut.
Menurut dia, toko padel itu menyatu dengan gedung usaha lain sehingga aktivitas keluar masuk orang terlihat seperti biasa.
“Enggak ada yang mencurigakan sih, sejauh saya lihat padel itu kan memang gabung sama gedung lain itu, tapi ya saya enggak tahu,” ujar Abid.
Ia mengatakan hampir setiap hari melintasi kawasan tersebut, tetapi tidak pernah melihat keributan atau tanda-tanda mencurigakan.
“Sehari-hari sih saya lewat, tapi enggak ada yang mencurigakan. Orang ya keluar masuk aja ke tokonya,” lanjut dia.
Abid mengaku baru mengetahui adanya kasus tersebut setelah membaca pemberitaan di media.
“Saya juga lihat berita soal karyawannya itu,” kata dia.