Keuangan

Kuburan Kendaraan di Kolong Flyover Tanjung Barat, Mayoritas Barang Bukti Kecelakaan

Jun 4, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Di tengah lalu lintas padat yang setiap hari melintasi Flyover Tanjung Barat, Jakarta Selatan, tersimpan pemandangan kontras yang jarang diperhatikan publik.

Tepat di bawah struktur beton jalan layang itu, ratusan kendaraan rusak menumpuk dalam kondisi memprihatinkan.

Mobil, bus, hingga ratusan sepeda motor berdebu dan berkarat memenuhi area kolong flyover yang selama bertahun-tahun berubah menjadi semacam “kuburan kendaraan”.

Keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut kerap memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Sebagian menganggapnya sebagai kendaraan sitaan, sementara lainnya menduga kendaraan-kendaraan itu merupakan barang bukti kecelakaan lalu lintas yang tak kunjung dipindahkan.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan, mayoritas kendaraan yang berada di lokasi tersebut merupakan barang bukti kecelakaan lalu lintas.

“Kalau yang di kolong itu memang masih ada kendaraan-kendaraan yang terkait proses kecelakaan lalu lintas. Kendaraan tersebut dititipkan di situ sebagai barang bukti. Nanti setelah proses perkaranya selesai, kendaraan akan dikembalikan kepada pemiliknya,” kata Mujiyanto saat dihubungi iDoPress, Rabu (3/6/2026).

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Deretan mobil dinas berstiker polisi yang rusak dan terbengkalai di area bawah kolong yang menjadi kuburan kendaraan di flyover Tanjung Barat Selasa (26/5/2026).

Menurut dia, lokasi di bawah flyover dimanfaatkan sebagai tempat penitipan sementara karena keterbatasan ruang penyimpanan kendaraan yang terlibat kecelakaan atau kejadian tertentu.

Selain kendaraan yang terkait perkara kecelakaan, terdapat pula sejumlah kendaraan dinas roda dua dan roda empat yang sudah tidak layak jalan dan tidak lagi digunakan.

“Ada juga sebagian kendaraan dinas (kepolisian) roda dua maupun roda empat yang sudah tidak layak jalan dan tidak ada perawatan lagi, sehingga ditaruh di situ,” ujar dia.

Mujiyanto mengaku tidak mengetahui sejak kapan kendaraan-kendaraan tersebut mulai menumpuk di bawah flyover. Pasalnya, ia baru bertugas di Polres Metro Jakarta Selatan kurang dari satu tahun.

“Saya sendiri di sini belum sampai satu tahun. Saat saya bertugas di sini, kendaraan-kendaraan itu memang sudah ada. Jadi kemungkinan kendaraan yang sudah lama itu ada sejak sebelum saya menjabat,” kata dia.

Ia menjelaskan, tidak semua kendaraan yang berada di lokasi tersebut berasal dari wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan.

Dalam beberapa kondisi, kendaraan dari wilayah lain juga sempat dititipkan sementara sebelum dipindahkan atau diambil kembali.

“Kadang-kadang ada kendaraan dari Depok yang dititipkan di situ, lalu nanti diambil lagi. Karena lokasinya berada di bawah jalan tol, kadang dimanfaatkan juga untuk penitipan sementara kendaraan yang terkait suatu kejadian,” ujar Mujiyanto.

iDoPress/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Mobil sedan Dit Samapta Polda Metro Jaya dengan bagian kap depan ringsek parah menjadi salah satu penghuni kuburan kendaraan di flyover Tanjung Barat Selasa (26/5/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kendaraan hasil razia atau penindakan umumnya tidak disimpan lama di lokasi tersebut.

Kendaraan akan dikembalikan kepada pemilik setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

“Kalau hasil razia biasanya hanya sementara. Kalau pemilik datang dan melengkapi persyaratan, kendaraannya akan dikembalikan,” tutur dia.

Potret Suram di Bawah Flyover

Pada Selasa (26/5/2026) siang, iDoPress mendatangi lokasi yang berada di kawasan Tanjung Barat tersebut.

Dari atas flyover, kendaraan melaju tanpa henti. Deru mesin, klakson yang bersahutan, dan suara gesekan ban dengan aspal membentuk kebisingan khas ibu kota. Namun suasana berubah drastis ketika memasuki area kolong jembatan.

Hamparan tanah becek dan debu menyelimuti area yang dipenuhi bangkai kendaraan. Aroma karat, tanah kering, dan material lapuk tercium cukup kuat.

Di antara deretan kendaraan yang terbengkalai, tampak sebuah sedan hitam bernomor polisi B 1098 SDZ dengan bagian depan ringsek akibat benturan keras.

Mobil tersebut bersandar pada sebuah truk putih bertuliskan “Unit Penerangan Lalu Lintas” milik Ditlantas Polda Metro Jaya yang juga terlihat berdebu.