
Sumber Antara
JAKARTA, iDoPress -Polda Metro Jaya (PMJ) mengoptimalkan pemanfaatan media sosial untuk mempercepat pelaporan dan penanganan kasus begal serta kejahatan jalanan di Jakarta dan sekitarnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pihaknya menggandeng para penggiat media sosial dan membuka ruang koordinasi digital interaktif melalui akun resmi kepolisian.
“Untuk penggiat-penggiat media sosial, selama ini banyak memberikan informasi kepada kami, baik itu yang mengunggah di akun media sosial yang bersangkutan, kemudian ditandai (tag) ke akun media sosial yang kami miliki,” kata Iman dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026), dikutip dari Antara.
Iman menyebutkan, terdapat dua akun utama yang disiagakan untuk menerima laporan masyarakat terkait begal dan kriminalitas jalanan, yakni @ditreskrimum_pmj dan @sikat_mann.
Menurut dia, pemanfaatan media sosial diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan melalui laporan berbasis digital yang lebih cepat dan mudah diakses masyarakat.
“Wadah ini diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku kriminal melalui efektivitas laporan berbasis digital,” ujar Iman.
Polda Metro Jaya juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan kanal komunikasi tersebut apabila melihat atau mengetahui indikasi kejahatan jalanan.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Pemburu Begal yang disiagakan selama 24 jam di titik-titik rawan kriminalitas di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Kami sudah siapkan Tim Pemburu Begal yang siap beraksi 24 jam untuk bersama-sama kita menjaga Jakarta lebih aman lagi,” kata Iman saat konferensi pers, Jumat (15/5/2026).
Tim tersebut ditempatkan di sejumlah titik rawan kejahatan berdasarkan hasil pemetaan kepolisian. Personel berasal dari jajaran Polsek, Polres, hingga Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Selain patroli dan pelaporan berbasis media sosial, penguatan pengawasan juga dilakukan melalui integrasi CCTV antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sekitar 24.000 CCTV dari MRT, LRT, Transjakarta, hingga gedung-gedung tinggi akan diintegrasikan dalam satu sistem pengawasan real time.
Menurut Pramono, integrasi CCTV tersebut diharapkan membantu aparat mendeteksi kejahatan jalanan seperti begal dan pencurian dengan kekerasan secara lebih cepat.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri menambahkan, rekaman CCTV nantinya juga dapat dimanfaatkan untuk membantu proses penyelidikan dan pengungkapan kasus kriminal.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang