Keuangan

Jakarta di Bayang-bayang Teror Begal

May 20, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Rentetan aksi begal, jambret, hingga pencurian dengan kekerasan belakangan membuat keresahan warga Jakarta meningkat.

Dalam beberapa pekan terakhir, kasus kriminal jalanan terjadi berulang di sejumlah wilayah, terutama di Jakarta Barat, mulai dari pembegalan bersenjata tajam, curanmor bersenjata api, hingga pembacokan di jalanan.

Situasi itu membuat sebagian warga mulai mengubah kebiasaan mereka saat bepergian, terutama pada malam hari.

Ada yang memilih pulang berkonvoi, memacu kendaraan lebih cepat di jalan sepi, hingga merasa panik ketika ada kendaraan lain mendekat dari belakang.

Di tengah situasi tersebut, Jakarta Barat bahkan sempat dijuluki bak “Gotham City” oleh sebagian warga, merujuk kota fiktif sarang kriminal dalam film Batman.

Salah satu warga yang merasakan keresahan itu adalah Fajar (26), pekerja di kawasan SCBD yang tinggal di Duri Kosambi, Cengkareng.

Ia mengaku kini selalu waswas saat melintasi Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, kawasan yang baru-baru ini menjadi lokasi pembegalan brutal.

“Sekarang kalau lewat situ ngebut aja udah, bawa 80-90 (km/jam) kalau memang kosong, yang penting enggak dibegal,” ujar Fajar kepada iDoPress, Selasa (19/5/2026).

Fajar mengatakan dirinya juga mulai curiga terhadap orang-orang yang berdiri di pinggir jalan pada malam hari.

Bahkan, ia beberapa kali meminta rekan kerjanya untuk pulang bersama agar merasa lebih aman.

Kecemasan serupa dirasakan Shadam, warga Cengkareng yang bekerja di Gambir, Jakarta Pusat.

Menurut dia, maraknya video kriminalitas bersenjata di media sosial membuat warga semakin takut bepergian, bahkan pada siang hari.

“Jangankan malam, sekarang orang kalau nyolong motor itu pasti bawa senpi, dan mereka berani siang-siang,” kata Shadam.

Polisi Bentuk Tim Pemburu Begal

iDoPress/Ridho Danu Prasetyo Satgas Pemburu Begal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap delapan orang tersangka komplotan pencurian dengan kekerasan atau begal yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta, Senin (18/5/2026)

Maraknya aksi kriminal jalanan membuat Polda Metro Jaya membentuk Tim Pemburu Begal yang akan berpatroli selama 24 jam di titik-titik rawan kejahatan di Jakarta hingga wilayah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan tim tersebut dibentuk untuk memperkuat respons cepat kepolisian terhadap maraknya begal dan kejahatan jalanan.