Keuangan

Cerita Neng Molen, Kucing Jalanan yang Kini Jadi "Selebcing" di Medsos

Apr 23, 2026 IDOPRESS
Kucing jalanan yang dulunya tak punya tempat berteduh kini menjelma jadi primadona di media sosial dengan nama 'Neng Molen'.

JAKARTA, iDoPress – Sekitar empat tahun lalu, Neng Molen hanyalah seekor kucing jalanan tanpa identitas yang berkeliaran di antara deretan rumah warga.

Namun, keberanian untuk melompat masuk melalui jendela sebuah kamar telah mengubah hidupnya.

Kini, kucing yang dulunya tak memiliki atap untuk berteduh itu telah menjelma menjadi primadona media sosial.

Bagi Anisa Dwi (28), atau yang akrab disapa Ica, kehadiran Neng Molen adalah bukti bahwa hewan peliharaanlah yang sebenarnya memilih majikan mereka, bukan sebaliknya.

Pada tahun 2021, Neng hanyalah salah satu dari sekian banyak kucing liar yang melintas. Namun, Neng memiliki cara yang tidak biasa untuk memperkenalkan diri.

"Dia tuh bahkan dateng ke rumah tuh bukan ke rumahnya tapi ke kamar aku naik lewat jendela, itu juga aku yang bikin kaget sih dia langsung milihnya kamar aku," kenang Ica saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).

Keputusan untuk mengadopsi Neng pun diambil tanpa keraguan.

"Dia dateng ke rumah terus kayak dateng terus ya sudah akhirnya aku adopsi aja karena udah terlanjur sayang kayak cinta pada pandangan pertama aja sama dia," tutur dia.

Transformasi "Neng Kampung" jadi selebcing

Nama "Neng Molen" ternyata punya sejarah yang cukup lucu. Ica yang berasal dari Purwakarta menyebut panggilan "Neng" awalnya hanyalah sapaan sayang yang spontan.

la merasa kucing jalanan yang ia adopsi itu terlihat cantik layaknya "Neng" atau gadis Sunda, meski saat pertama kali ditemukan kondisinya masih belum terawat.

"Neng itu ya aku kan orang Sunda, orang Purwakarta. Jadi sebenarnya kayak cuma karena Neng cantik, cewek Sunda gitu aku liat, walaupun sebenarnya pas aku liat dia tuh jelek banget dulu tapi di mata aku dulu dia cantik," kenang Ica.

Namun, Ica sempat merasa agak canggung jika hanya menggunakan nama "Neng" saat harus membawa kucingnya ke klinik hewan.

Ia merasa nama itu terdengar terlalu sederhana dan kental dengan kesan "kampung" untuk didaftarkan di buku medis dokter.

Dari situlah muncul ide untuk menambahkan nama belakang yang unik berdasarkan bentuk fisik sang kucing.

Pemilihan nama "Molen" sendiri terinspirasi dari kebiasaan Neng saat sedang duduk.

Ica memperhatikan postur tubuh kucingnya yang bulat dan padat, sangat mirip dengan bentuk kue bolen cokelat atau pisang molen.

"Kenapa Molen? Karena bentuknya seperti molen, kayak kue bolen-bolen gitu. Dia kan kalau lagi duduk tuh kayak bolen coklat gitu lucu, cuma karena gitu aja sih," kata Ica.

Seiring berjalannya waktu, kombinasi nama tersebut justru menjadi branding yang kuat di media sosial.

Nama "Neng" tetap dipertahankan, sementara "Molen" menjadi identitasnya.

Tak disangka, perpaduan ini malah membuat Neng Molen dikenal luas sebagai ikon "Kucing Sunda" oleh para pengikutnya.

Popularitas yang tak direncakan

Perjalanan Neng menjadi selebriti kucing (selebcing) dimulai tanpa skenario. Ica, sebagai pemilik awalnya hanya ingin mendokumentasikan keseharian kucing pertamanya itu di media sosial sebagai arsip pribadi.