
JAKARTA, iDoPress - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa biaya haji untuk tahun 2027 belum dipastikan naik.
Prasetyo menyebut Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf masih menghitung berapa biaya yang akan dibebankan kepada calon jemaah haji 2027.
"Belum, belum. Mengenai biaya haji belum. Kemarin kan baru proses awal ya, yang dipimpin oleh Menteri Haji untuk sesegera menghitung berapa sesungguhnya biaya haji untuk tahun 2027. Namun kan tentu evaluasi pelaksanaan haji tahun 2026 tidak hanya berkaitan dengan besaran nilai biaya haji tahun 2027, karena juga itu berkaitan," ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
"Ini manajemen pengelolaan haji akan menentukan juga nanti di ujung berapa besarnya nilai biaya haji bagi jemaah kita," sambungnya.
Maka dari itu, Prasetyo menekankan bahwa biaya haji 2027 belum dipastikan naik.
Bahkan, kata Prasetyo, pemerintah masih mencoba menghitung supaya biaya haji 2027 justru turun.
"Karena itu kan menjadi satu, menjadi tidak bisa berdiri sendiri. Jadi misalnya, proses haji jemaah kita itu kan berada di... Secara total ya, itu kan 40-41 hari. Nah, kalau kemudian kita berhasil menurunkan masa tinggal selama di Arab Saudi, itu kan tentu akan berpengaruh terhadap ongkos hajinya," jelas Prasetyo.
"Jadi kalau kemarin yang sudah muncul itu kan dalam kondisi atau asumsi tidak terjadi perubahan. Misalnya, penambahan flight. Penambahan flight, kita berharap itu akan menurunkan masa tinggal. Nah, kalau masa tinggalnya berkurang, logikanya kan biaya hajinya mungkin bisa dihitung untuk bisa dikurangi atau diturunkan," imbuhnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, pihaknya mengusulkan kepada Komisi VIII DPR bahwa Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) pada 2027 sebesar Rp 107.340.172,02.
Ia menyampaikan, usulan kenaikan biaya haji 2027 disebabkan oleh beberapa faktor, seperti nilai tukar rupiah, bahan bakar avtur, hingga biaya akomodasi di Mekkah dan Madinah yang mesti disesuaikan dengan Pemerintah Arab Saudi.
"Misalnya tenda, kenaikan hotel, semua itu variabel cost-nya naik semuanya dari Saudi Arabia. Dari kita misalnya avtur itu naik, pesawat secara otomatis biayanya naik. Jadi semua komponen biaya itu mengalami kenaikan," jelas Dahnil saat ditemui di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Rabu (8/7/2026).
Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa usulan tersebut belumlah final dan masih akan dibahas bersama panitia kerja (Panja) yang dibentuk Komisi VIII DPR.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang