
JAKARTA, iDoPress - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan tidak berkaitan dengan antisipasi gelombang massa.
“Tidak ada kaitannya dengan hubungan seperti yang digulirkan kabar-kabar yang akan datang, tidak ada,” kata Djamari saat ditemui di Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Djamari juga menggarisbawahi, pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan tersebut hanya untuk kepentingan keamanan masing-masing.
Hanya saja, Djamari menekankan, pagar-pagar yang menjulang tinggi di halaman depan sejumlah mal itu kini telah dibongkar sesuai dengan instruksi kepala daerah.
“Sudah dianggap tidak memenuhi izin seperti yang dilakukan oleh beberapa tempat. Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana ya, tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu,” pungkas dia.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menduga para pemilik mal memasang pagar tinggi karena alasan keamanan.
Meski belum berbicara langsung dengan pemiliknya, tetapi Shinta meyakini mereka pasti sedang dalam posisi berhati-hati.
"Ini kan mungkin melihat kondisi yang ada ya, mereka mungkin ya supaya berhati-hati saja gitu. Saya terus terang belum bicara sama pemilik. Jadi mungkin ada alasan-alasan lebih alasan keamanan saja gitu," ujar Shinta di Istana, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pagar-pagar sejumlah mal dan perkantoran di Jakarta yang ditinggikan dibongkar.
Pramono mengakui sudah mengamati adanya sejumlah mal dan perkantoran memasang pagar-pagar tinggi di sekeliling bangunan.
Menurut dia, pemasangan pagar tersebut kemungkinan dipicu kekhawatiran terhadap situasi keamanan.
“Mungkin bagian dari kekhawatiran. Tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," ucap Pramono di Blok M Hub, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).
Menurut dia, kekhawatiran pihak pengelola mal atau kantor terlalu berlebihan pada Agustus 2026.
Pramono mengatakan kemungkinan pemasangan pagar tersebut berkaitan dengan situasi demo Agustus 2025 lalu, tetapikondisi demo Agustus diyakini tidak akan terulang pada tahun ini.
Belakangan, sejumlah mal yang memasang pagar tinggi pun membongkar pagar-pagar tersebut.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang