


JAKARTA, iDoPress - Di tengah deretan gedung pencakar langit dan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mewujudkan sanitasi layak untuk seluruh warganya, masih ada bangunan sederhana di tengah pemukiman padat yang tak pernah benar-benar kehilangan fungsinya.
Bangunan itu merupakan tempat mandi, cuci, kakus (MCK) umum yang sudah puluhan tahun bertahan di sudut-sudut pemukiman padat Jakarta. Setiap hari digunakan warga untuk mandi, mencuci, dan buang air.
Warga di permukiman padat Jakarta masih mengandalkan MCK umum, bukan karena enggan memiliki toilet pribadi di rumah.
Namun, karena rumah yang terlalu sempit, biaya membangun septictank yang mahal, hingga status lahan tak jelas membuat mereka kesulitan untuk membangun WC pribadi di rumah.
Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta tak memiliki data pasti berapa jumlah MCK umum yang masih beroperasi di ibu kota.
Sebab, tak semua MCK umum di Jakarta dibangun oleh pemerintah. Sebagian besar justru milik perorangan.
"Terdapat MCK umum yang dimiliki dan dikelola oleh kelompok warga itu sendiri yang mungkin belum memenuhi standar sanitasi yang aman," Kepala Bidang Pengelolaan Air Limbah Dinas SDA DKI Jakarta, Robby Dwi Mariansyah dalam keterangan tertulisnya yang diterima iDoPress, Senin (27/7/2026).
Kendati begitu, Dinas SDA Jakarta berusaha untuk meningkatkan akses sanitasi yang aman dan layak di tengah masyarakat.
Salah satunya adalah melaksanakan rehabilitasi MCK umum yang dilengkapi dengan tangki septictank komunal sebagai pengolahan air limbah sepanjang tahun 2022 hingga 2025.
Selama tiga tahun itu, Dinas SDA Jakarta sudah memperbaiki MCK umum di 48 titik wilayah Jakarta.
Beberapa di antaranya dilakukan di kawasan Kebon Sirih dan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, pada 2025.
Dinas SDA juga melakukan pemeliharaan rutin pada tanki septictank komunal yang telah dibangun melalui penyedotan lumpur tinja unuk menjamin keberlanjutan MCK tersebut agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga.
Dengan begitu, Dinas SDA berharap warga tetap bisa mengakses sanitasi yang layak, meski di dalam rumahnya tak memiliki kamar mandi pribadi.
MCK umum di pemukiman padat memang terus eksis sampai saat ini karena beberapa penyebab.
Pertama, banyak rumah di pemukiman padat berukuran sangat kecil dan saling berdempetan, sehingga tidak memungkinkan dibangun toilet pribadi dengan tangki septictank secara mandiri yang memenuhi jarak aman.