Seni

"Dulu Uang Habis buat Belanja Bulanan, Sekarang buat Bensin", Keluh Kesah Pengguna Pertamax

Jun 25, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi pola pengeluaran sejumlah pengendara di Jakarta.

Sebagian warga mengaku harus mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk membeli bensin dibanding kebutuhan rumah tangga lainnya.

Salah satunya Rifky Ghivari (32). Pengendara mobil itu mengaku pengeluaran untuk BBM kini menjadi salah satu pos yang cukup membebani keuangan bulanannya.

Menurut Rifky, biaya untuk membeli Pertamax saat ini hampir mencapai Rp 500.000 dalam sepekan.

Kondisi tersebut membuat perhitungan pengeluaran rumah tangganya berubah.

"Hitung-hitungannya udah mulai berubah, kalau dulu lebih banyak pengeluarannya buat ke belanja bulanan, tapi sekarang ke bensin. Bensin hampir habis Rp 500.000 buat semingguan," kata Rifky saat ditemui di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Meski demikian, Rifky mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax karena kendaraan yang digunakannya sejak awal memang menggunakan BBM dengan angka oktan atau RON 92.

Menurut dia, kualitas bahan bakar menjadi pertimbangan utama dibandingkan selisih harga yang harus dibayar. Ia khawatir beralih ke jenis BBM lain justru dapat memengaruhi performa kendaraan.

"Buat pindah (dari Pertamax) agak riskan juga,” ujarnya.

“Kalau dulu uang habis buat belanja bulanan, sekarang buat bensin,” katanya.

Rifky berharap harga BBM dapat kembali turun sehingga tidak semakin membebani masyarakat yang bergantung pada kendaraan pribadi untuk beraktivitas setiap hari.

"Kalau naik transportasi umum juga repot. Rumah saya di Cibubur, sedangkan kerja harus ke sana-sini, enggak satu tempat atau stay di kantor," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Ahmad Sofian (36), pemilik Toyota CR-V. Ia mengaku pengeluaran untuk membeli Pertamax meningkat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Sofian, sebelumnya ia hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp 400.000 untuk mengisi penuh tangki mobil yang dapat digunakan selama tiga hari.

Namun kini, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp 700.000.