Seni

MUI Harap Kesepakatan Iran-AS Jadi Momentum Perdamaian Kawasan Timur Tengah

Jun 16, 2026 IDOPRESS

JAKARTA, iDoPress - Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sudarnoto Abdul Hakim berharap agar kesepakatan damai Iran dan Amerika Serikat (AS) jadi momentum perdamaian di kawasan Timur Tengah.

"Saya menaruh harapan besar agar kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran tidak berhenti hanya pada upaya meredakan ketegangan bilateral semata, tetapi menjadi momentum penting bagi terciptanya perdamaian yang lebih luas di kawasan Timur Tengah," katanya kepada iDoPress, Selasa (16/6/2026).

Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah ini mengatakan, perlu ada semangat perdamaian yang menjadi dasar kesepakatan damai kedua pihak.

Termasuk kekerasan yang terjadi di Gaza, Palestina sebagai bagian dari Timur Tengah.

"Secara khusus saya berharap Pemerintah Amerika Serikat dapat menggunakan pengaruh politik dan diplomatiknya untuk mendorong penghentian seluruh bentuk penyerangan dan tindakan militer yang menimbulkan korban sipil di Gaza, Palestina, maupun di Lebanon," katanya.

Sudarnoto mengatakan, perdamaian yang sejati tidak dapat diwujudkan apabila kekerasan dan penggunaan kekuatan bersenjata terhadap warga sipil masih terus berlangsung.

"Penghentian perang, pembukaan akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan, perlindungan terhadap warga sipil, penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, serta dimulainya proses penyelesaian politik yang adil bagi rakyat Palestina harus menjadi bagian penting dari agenda perdamaian," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, AS dan Iran resmi menyepakati perjanjian perdamaian dan penghentian permanen operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.

Pengumuman ini disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai fasilitator dialog damai Iran-AS.

Sharif menyebutkan, prosesi penandatanganan dokumen resmi perjanjian damai tersebut bakal dihelat pada Jumat (19/6/2026) di Swiss.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," ujarnya, dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).

"Dengan ini saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, bersamaan dengan itu, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!" sambungnya.

Tak berselang lama, otoritas pemerintahan Iran turut merilis pernyataan resmi yang menegaskan, kesepakatan yang baru saja diumumkan bersama AS ini menjadi penanda berakhirnya konfrontasi bersenjata secara langsung antara kedua negara.

"Pengakhiran perang secara permanen dan segera telah diumumkan di semua lini, termasuk Lebanon," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi dalam komentar yang disiarkan televisi di Iran.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang