
JAKARTA, iDoPress - Pemandangan hangat terselip di tengah keriuhan pencari kerja yang memadati gelaran Jakarta Job Fair 2026 di GOR Senen, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Sarina (53), seorang ibu asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tak ragu berdiri di barisan antrean demi mendampingi putra tunggalnya, Andreas (26), mencari pekerjaan.
Mengenakan pakaian sederhana, Sarina tampak setia memberikan dukungan moral bagi Andreas yang merupakan lulusan Sarjana (S1) Manajemen dari sebuah institut di Jakarta.
"Saya selaku orang tua, saya pengin sekali anak saya bisa bekerja. Supaya bisa untuk kehidupannya nanti ke depan dan buat orang tua juga," ujar Sarina saat ditemui iDoPress di lokasi, Jumat.
Andreas mengaku, perjuangan mencari kerja di Jakarta saat ini tidaklah mudah. Kendala utama pelamar kerja menurut dia bukan sekadar kualifikasi, melainkan sulitnya akses untuk bertemu langsung dengan pihak perekrut.
"Sangat susah (cari kerja). Kendalanya kalau mau masukin lamaran langsung harus melalui security dulu, terus juga belum bisa bertemu sama atasan," tutur Andreas yang hingga saat ini belum pernah mendapatkan pekerjaan tetap.
Keluhan Andreas ini senada dengan tingginya animo masyarakat yang memadati GOR Senen.
Kepala Seksi Penempatan Pelatihan Produktivitas dan Tenaga Kerja Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat, Agung Hadi Saputra, mengungkapkan jumlah pendaftar di hari pertama bahkan menembus angka di luar prediksi.
"Sejujurnya di luar prediksi kami, karena di tengah skeptis teman-teman, hari pertama kemarin total sudah lebih dari 1.000 registrasi. Hari ini kami harap bisa melebihi itu," ujar Agung.
Menanggapi keluhan pelamar seperti Andreas yang sulit menemui pihak HRD, Agung memastikan bahwa gelaran Jakarta Job Fair 2026 tingkat Jakarta Pusat ini menyediakan ruang interview langsung.
Hal ini dilakukan untuk mematahkan anggapan bahwa bursa kerja hanya sekadar acara seremonial atau formalitas belaka.
"Kami melakukan seleksi dan kurasi terhadap 37 perusahaan yang hadir untuk memastikan mereka benar-benar menyediakan lowongan. Di sini kami sediakan ruang-ruang interview langsung agar ada kepastian bagi para pencari kerja," tutur Agung.
Agung menyebut dalam Jakarta Job Fair tahun ini, tersedia sekitar 2.000 lowongan kerja, termasuk lowongan khusus bagi penyandang disabilitas.
Ia juga menekankan agar para pencari kerja, terutama Gen Z, tidak hanya terpaku pada kemampuan akademik, tetapi terus menambah kompetensi di luar itu.
Melihat semangat para orang tua yang mendampingi anaknya, Agung berpesan agar Gen Z tidak malas berbenah diri.
"Buat Gen Z tetap semangat. Tidak ada yang mudah, tidak ada yang instan, semuanya butuh proses. Jangan malas mengisi kompetensi," tuturnya.
Semangat itu pula yang terus dipompa oleh Sarina kepada Andreas.
Di sela-sela menemani putranya melamar kerja, Sarina percaya setiap kerja keras akan membuahkan hasil.
"Yakin dan percaya semua perjuangan kita Tuhan akan perhitungkan. Ada bahasanya dibilang, indah pada waktunya," ujar Sarina.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang