

JAKARTA, iDoPress -Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta kini memiliki teknologi canggih, yaitu unit robotik untuk menghadapi melakukan operasi pemadaman di lokasi kebakaran dengan risiko ekstrem.
Unit tersebut adalah robot pemadam model MRF-500 yang didatangkan dari China sebagai senjata baru petugas pemadam kebakaran garda terdepan.
Didatangkan sejak akhir 2025, saat ini baru terdapat dua unit robot MRF-500 di DKI Jakarta.
Satu unit disiagakan di Sudin Gulkarmat Jakarta Utara dan satu unit lagi beroperasi bersama petugas Sudin Gulkarmat Jakarta Barat.
Petugas Rescue Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Tohirudin, menjelaskan bahwa robot canggih ini dirancang khusus untuk meminimalisasi jatuhnya korban, terutama dari pihak petugas, saat memadamkan api di area yang memiliki tingkat bahaya tinggi.
"Fungsinya untuk penyelamatan di area kebakaran yang rawan jatuhnya korban jiwa, atau untuk semacam basement, gedung bertingkat, terowongan, jalur kereta bawah tanah, itu kan rawan ambruk. Atau bisa jadi untuk kemungkinan adanya kebocoran gas atau cairan yang terbakar dengan risiko tinggi terjadinya ledakan," ujar Tohirudin saat ditemui iDoPress di Kantor Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Kamis (28/5/2026).
Dalam praktiknya, MRF-500 biasanya dikerahkan di awal operasi pemadaman jika lokasi kejadian teridentifikasi sangat berbahaya, seperti memiliki potensi bangunan ambruk, menyimpan bahan kimia, atau dipenuhi asap beracun.
Pasalnya, unit robotik ini memiliki sebuah kamera yang bisa digunakan petugas untuk melihat ke dalam titik kebakaran yang biasanya dipenuhi asap tebal.
Selain itu, MRF-500 juga dilengkapi sensor untuk memeriksa udara di dalam bangunan untuk memeriksa apakah udaranya aman dihirup petugas atau mengandung racun.
"Biasanya memang ini dikerahkan di awal-awal kita masuk, karena dia punya sensor untuk ngecek kondisi. Jadi pakai kameranya, kita bisa ngelihat kondisi di dalam seperti apa, ngecek juga sensor udaranya gimana, aman atau enggak," tutur Tohirudin.
Ketika sensor MRF-500 mendeteksi adanya zat berbahaya di dalam area kebakaran, perwira piket atau komandan operasi dapat langsung memerintahkan jajaran petugas untuk menerapkan protokol keamanan saat masuk ke titik api.
MRF-500 juga telah dilengkapi empat kamera, yakni kamera termal, kamera di water cannon, serta kamera atas yang menyorot bagian depan dan belakang yang bisa disesuaikan posisi tinggi rendahnya.
Di Jakarta Barat, robot ini pertama kali diterjunkan di insiden kebakaran Pergudangan Miami, Kalideres, pada Senin (11/5/2026) lalu l, yang membakar total empat gudang bermuatan bahan kimia.
Kemudian, robot MRF-500 kembali diterjunkan dalam operasi kebakaran gudang pabrik plastik di kawasan Kapuk, Cengkareng l, pada Senin (18/5/2026) lalu yang memakan waktu operasi hingga delapan hari.
"Di dua TKP itu sangat berat memang. Waktu pengerahan robot di Miami dan Kapuk, itu ketahuan ternyata udaranya beracun buat petugas, bahkan kadar CO2 (karbondioksida) itu sampai 250 persen," kata Tohirudin.