Seni

Ruang Kecil di Kampung Pemulung Bekasi, Tempat Anak-anak Menjaga Mimpi

May 6, 2026 IDOPRESS
Di tengah permukiman pemulung di Bekasi, Sekolah Inspirasi Indonesia menjadi tempat anak-anak belajar dan menumbuhkan mimpi di tengah keterbatasan.

BEKASI, iDoPress -Di tengah permukiman pemulung di RT 003/RW 008, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, berdiri sebuah ruang belajar sederhana yang menjadi harapan bagi anak-anak dari keluarga pemulung dan pekerja serabutan.

Sekolah itu bernama TK Inspirasi Indonesia. Berdiri sejak 2017, bangunannya awalnya hanya berupa bilik papan sederhana atau bedeng di antara rumah-rumah warga. Kini, meski telah direnovasi menjadi lebih layak, suasana sederhana masih terasa kuat.

TK Inspirasi Indonesia didirikan oleh Firda Budhiardjo (41). Bangunan sekolah tersebut merupakan milik asisten rumah tangganya di kawasan yang mayoritas dihuni pemulung dan pekerja serabutan.

“Dulunya masih bedeng dan ala kadarnya. Alhamdulillah sekarang sudah direnovasi, jadi lebih nyaman untuk anak-anak belajar,” ujar Firda saat ditemui iDoPress, Selasa (5/5/2026).

iDoPress/NURPINI AULIA RAPIKA Firda Budhiardjo (41), pendiri Sekolah TK Inspirasi Indonesia, saat mengajar di ruang kelas sederhana di RT 003/RW 008, Kelurahan Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Selasa (5/5/2026).

Dari ruang berukuran sekitar 3x4 meter itu, pendidikan tumbuh di tengah keterbatasan. Di dalamnya, kursi plastik warna-warni tersusun menghadap satu papan tulis yang menjadi pusat kegiatan belajar.

Tak ada fasilitas mewah. Namun, ruang kecil itu dipenuhi semangat anak-anak yang datang setiap hari untuk belajar.

Setiap harinya, puluhan siswa mengikuti kegiatan belajar yang dibagi dalam dua sesi, yakni pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB, dilanjutkan sesi kedua pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB.

Dalam waktu yang terbatas itu, anak-anak dikenalkan pada dasar membaca, menulis, dan berhitung. Meski sederhana, sekolah ini tetap berupaya memberikan pendidikan yang setara dengan taman kanak-kanak berbayar.

“Alhamdulillah di TK Inspirasi Indonesia kurikulumnya sama dengan sekolah-sekolah yang berbayar,” kata Firda.

Di balik kegiatan belajar tersebut, hanya ada satu pengajar yang setia mendampingi anak-anak, yakni Lia Sri Mulyani (40). Dengan segala keterbatasan, ia mengajar puluhan siswa setiap hari seorang diri.

Untuk pengabdiannya, Lia hanya menerima gaji ratusan ribu rupiah per bulan. Jumlah yang jauh dari cukup, namun tak mengurangi semangatnya.

“Saya dulu pernah dapat bayaran Rp 2 juta per bulan, terus pernah juga tidak sama sekali. Nah, sekarang tiap bulan dapat Rp 300.000,” ujarnya.

Saat ini, Lia menyebut jumlah siswa aktif di TK Inspirasi Indonesia ada sekitar 25 anak. Ia mengakui, mengajar anak-anak di lingkungan tersebut bukan perkara mudah.

“Tantangannya banyak sekali. Soalnya anak-anak di sini aktif banget dalam gerakan dan berbicara. Jadi kami harus sabar,” kata Lia.

Sebagai satu-satunya pengajar, ia memiliki cara tersendiri untuk mengelola kelas. Anak-anak yang aktif ditempatkan lebih dekat dengannya agar lebih mudah diarahkan.