
JAKARTA, iDoPress - Pemerintah Indonesia mengirim surat kepada Presiden Dewan Keamanan (DK) PBB dan Sekjen PBB setelah terjadinya serangan berulang ke peacekeepers atau pasukan perdamaian Indonesia.
Plt. Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kementerian Luar Negeri RI, Veronica Vicka Ancilla Rompis menuturkan, upaya diplomasi pun telah dilakukan melalui Wakil Tetap Indonesia di New York melalui pertemuan dengan Sekjen PBB dan Under-Secretary-General for Peace Operations PBB pada 30 Maret 2026.
"Secara tertulis, pemerintah Indonesia juga telah mengirim surat kepada Presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB yang (berisi) menekan kutukan keras atas serangan berulang terhadap peacekeepers Indonesia," kata Veronika dalam konferensi pers, di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (7/4/2026).
Pemerintah menuntut DK PBB mengambil langkah yang tegas dan konkret untuk mencegah ekskalasi ini terus berlanjut.
"Pemerintah meminta investigasj menyeluruh dan menuntut akuntabilitas dan keadilan atas keseluruhan serangan terhadap personel UNIFIL Indonesia," tegas dia.
Selain itu, Pemerintah juga mendesak DK PBB untuk meredakan ketegangan berbagai pihak, termasuk dari kubu Israel, guna mencegah konflik terbuka yang lebih luas.
"Kami mendesak DK PBB dan Sekjen PBB untuk meredakan ketegangan dan memastikan keputusan para pihak yang terlibat termasuk Israel, kepada resolusi 1701 atau gencatan senjata dan Piagam PBB," tuturnya.
Vero menyebut, United Nations Department of Peace Operations atau UNDO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary finding mengenai insiden pada 29 dan 30 Maret yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit Indonesia di UNIFIL.
Pemerintah telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh.
"Kami mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas dan kejahatan yang terjadi terhadap personel pemelihara perdamaian," tegas dia.
Vero menuturkan, apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, maka pemerintah mengutuk keras Israel atas tindakan yang mengakibatkan gugurnya dan terlukanya prajurit TNI.
Sebelumnya, PBB mengungkap temuan awal terkait penyebab gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian (UNIFIL) di Lebanon selatan.
Berdasarkan penyelidikan awal, satu prajurit tewas akibat tembakan proyektil tank militer Israel, sementara dua lainnya meninggal akibat ledakan bom rakitan atau improvised explosive device (IED) yang kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang