
JAKARTA, iDoPress - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengaku sempat mengirim pesan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait dugaan keterlibatannya dalam proses pengadaan barang dan jasa di BGN.
Lodewyk mengatakan, saat itu muncul sejumlah tudingan yang dikaitkan dengan dirinya, termasuk soal permintaan mobil BMW dan proyek tender di BGN.
“Saya WhatsApp beliau, ‘Bapak, saya difitnah’,” Lodewyk saat memberikan keterangan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).
Pesan WhatsApp itu dikirimkan Pusung sebelum dirinya dijemput paksa di kediamannya oleh Tim Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 3 Juni 2026.
Kepada Sjafrie, Lodewyk menuturkan ia mendapat tudingan meminta mobil BMW tipe baru.
Selain itu, dia juga membantah tudingan bahwa seluruh proyek tender di BGN dilakukan melalui dirinya.
“Saya difitnah lagi bahwa semua proyek tender itu lewat Pak Pesung. Ini fitnah,” ujar Lodewyk.
Lodewyk juga mengungkap tudingan lain yang menurutnya berkaitan dengan seorang perempuan bernama Winny.
Ia menyebut perempuan tersebut mengaku telah membayar Rp 980 juta untuk mendapatkan tiga titik dapur.
“Ibu Winny ini mendapatkan tiga titik. Dan dia membayar uang menurut pengakuannya pada bulan April 2026 kemarin, beliau sampaikan saya, ‘Saya bayar Rp 980.000.000 dan terus beliau katanya Rp 300.000.000 untuk Pak Pusung’,” kata Lodewyk.
Lodewyk mengatakan tudingan tersebut kemudian disampaikannya kepada Sjafrie melalui pesan WhatsApp.
Sjafrie lalu membalas pesan tersebut dengan memberi sinyal bahwa akan ada perombakan pimpinan BGN.
“Fitnah seperti itu saya WhatsApp-kan kepada Pak Sjafrie. Beliau jawab, ‘Kesimpulan presiden, kepala dan dua wakil’,” kata Lodewyk membacakan pesan Sjafrie.
Lodewyk kemudian menanggapi pesan tersebut dengan menyatakan kesiapannya jika dirinya memang termasuk salah satu wakil kepala BGN yang akan diganti.
“Saya jawab lagi, saya jawab ya, Mulia. Siap, Bapak, kalau salah satu wakil itu saya, saya sangat siap menerima itu. Tapi kalau saya diganti karena fitnahan di atas yang saya WhatsApp itu, ini tidak baik bagi diri saya ke depan,” ujar dia.