
iDoPress - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menanggapi opini publik terkait beredarnya video kapal berlogo Kemhan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu belakangan.
Terkait kapal berlogo Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang beredar di media sosial, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan Rico Ricardo Sirait mengatakan, kapal tersebut merupakan kapal milik swasta.
Dalam hal ini, kapal tersebut dipinjam Kemhan tanpa biaya sewa dan digunakan sebagai kapal pendukung kegiatan Kemhan dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di sejumlah wilayah Indonesia.
Kapal tersebut digunakan sebagai sarana transportasi antarpulau untuk mendukung mobilitas personel dan kebutuhan kegiatan percepatan pembangunan infrastruktur serta program ketahanan pangan, termasuk kegiatan di Wanam, Papua Selatan, Kalimantan, dan Sumatera.
Dengan kondisi geografis dan keterbatasan sarana di sejumlah wilayah tersebut, keberadaan kapal itu mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintah di lapangan.
Selain untuk mobilitas, kapal tersebut juga digunakan sebagai tempat koordinasi dan rapat formulasi kegiatan pembangunan di lapangan.
Khusus di Wanam, Papua Selatan, kapal tersebut juga dimanfaatkan sebagai tempat penginapan sementara bagi para petugas selama melaksanakan kegiatan di wilayah tersebut karena masih terdapat keterbatasan fasilitas penginapan.
Adapun tanda pengenal Kemhan yang dipasang pada kapal merupakan penanda bahwa kapal tersebut sedang digunakan untuk mendukung kegiatan Kemhan.
“Jadi, tanda pengenal tersebut tidak menunjukkan kepemilikan kapal oleh Kemhan,” ungkap Rico dalam keterangan tertulis yang diterima iDoPress, Senin (17/8/2026).
Adapun kepemilikan tetap berada pada pihak swasta, sedangkan Kemhan meminjam dan menggunakan kapal tersebut tanpa biaya sewa sebagai kapal pendukung kegiatan di lapangan.
Rico menegaskan, kapal tersebut bukan aset yang dibeli atau diadakan oleh Kemhan.
Kapal tersebut merupakan sarana pendukung yang dimanfaatkan untuk membantu mobilitas, koordinasi, serta kebutuhan petugas.
Dengan demikian, pelaksanaan program pemerintah, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas, dapat berjalan lebih efektif.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT